Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Proses 17 Tersangka Jaringan Senjata dan Amunisi di Papua

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 15:53 WIB | Oleh:
Polisi Proses 17 Tersangka Jaringan Senjata dan Amunisi di Papua Doc: ANTARA/HO-Satgas Operasi Damai Cartenz
Ket. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

JAYAPURA -- Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua telah memproses 17 tersangka dalam jaringan senjata api dan amunisi ilegal yang diungkap sejak Maret 2026, dengan 13 di antaranya telah memasuki Tahap II.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf Sutejo di Jayapura, Kamis, mengatakan dua tersangka lainnya telah memasuki Tahap I, sedangkan dua tersangka masih dalam tahap penyidikan.

"Kita juga telah berhasil mengamankan 17 orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan amunisi dan senjata api ilegal ini," katanya.

Sebanyak 13 tersangka yang telah memasuki Tahap II adalah SP yang diduga berperan sebagai pembeli senjata api dan amunisi, OB sebagai penyumbang dana sekaligus pembeli senjata dan amunisi, serta YP sebagai penyumbang dana.

Kemudian MKM diduga sebagai perantara senjata, DK, KO, dan SM sebagai perantara senjata dan amunisi, HM sebagai penjual amunisi dan magasin, AKW sebagai penyedia amunisi, NH sebagai penyumbang dana, HLT sebagai penyedia amunisi kepada AKW, serta YK dan AG sebagai perantara senjata dan amunisi.

Sementara itu, LNR dan BEI yang diduga berperan sebagai perantara senjata dan amunisi telah memasuki Tahap I.

Dua tersangka lainnya yang masih dalam tahap penyidikan adalah YYS alias OS alias K dan IHB alias H. Keduanya diduga berperan sebagai penghubung dalam jaringan senjata dan amunisi tersebut.

IHB merupakan buronan dalam perkara itu yang ditangkap tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Ditreskrimum Polda Papua di Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura, Selasa (6/10).

Pengungkapan jaringan tersebut merupakan pengembangan perkara berdasarkan laporan polisi tertanggal 13 Maret 2026.

Dalam rangkaian pengungkapan sejak Maret, aparat menyita 298 butir amunisi, empat magasin SS1 panjang, satu magasin SS1 pendek, satu pucuk senjata api rakitan, serta enam laras senjata api bekas Perang Dunia II dalam kondisi berkarat.

Yusuf mengatakan tim gabungan masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap mata rantai lain dalam jaringan senjata api dan amunisi ilegal di Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Luar Negeri
Sukses Turun, Tingkat Merok...
Luar Negeri
Hong Kong Sah Jadi Juara Ek...
Nasional
KCIC: Gangguan karena Layan...

Mesir Kirim Konvoi Raksasa 2.600 Ton Bantuan ke Gaza

30 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Mesir Kirim Konvoi Raksasa ...
Luar Negeri
Polisi Kolombia Sukses Ring...

Wali Kota Ungkap Banyak ASN Tangsel Terlibat Judol

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Ungkap Banyak ASN...

KCIC Tawarkan Diskon Tiket Whoosh hingga 50 Persen

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KCIC Tawarkan Diskon Tiket ...
Advertisement
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.