PM Malaysia Desak Reintegrasi Penuh Myanmar ke Asean
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 19:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatKUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada Kamis (8/10) mengatakan pemerintahannya akan melakukan segala upaya untuk memastikan Myanmar kembali terintegrasi sepenuhnya ke dalam Asean. Pernyataan tersebut disampaikan meskipun aktivis pro-demokrasi memperingatkan agar Asean tidak memberikan legitimasi kepada pemimpin yang didukung militer, Min Aung Hlaing.
Anwar mengatakan Malaysia akan terus bekerja sama dengan Myanmar, termasuk dalam proses pemulangan ribuan warga Myanmar dari Malaysia. Namun, PBB dan kelompok hak asasi manusia mengkritik kebijakan pemulangan tersebut karena perang saudara di Myanmar masih berlangsung.
Min Aung Hlaing sedang melakukan kunjungan selama dua hari ke Malaysia untuk mencari legitimasi internasional yang lebih besar. Ia menjadi presiden Myanmar pada April setelah pemilu yang dikritik negara-negara Barat dan kelompok hak asasi manusia sebagai tidak sah.
Saat ini Myanmar masih dilanda konflik sejak kudeta militer pada 2021 yang dipimpin Min Aung Hlaing. Kudeta terhadap pemerintahan yang terpilih secara demokratis tersebut memicu konflik bersenjata di berbagai wilayah negara.
Min Aung Hlaing dan pejabat senior Myanmar sebelumnya dilarang menghadiri KTT Asean karena tidak menjalankan rencana perdamaian yang disepakati Asean. Namun, sejumlah negara Asean seperti Tailan, Laos, Kamboja, dan Vietnam mulai berupaya membangun kembali hubungan dengan Myanmar.
Anwar mengakui adanya kekhawatiran mengenai proses demokrasi di Myanmar. Ia mengatakan perbedaan pandangan tetap harus dihormati dalam upaya membangun kerja sama.
Anwar juga menyebut Min Aung Hlaing menunjukkan keinginan untuk bekerja sama. Malaysia ingin Myanmar kembali menjadi bagian dari komunitas negara, terutama Asean.
Dalam pertemuan tersebut, Anwar mengapresiasi Min Aung Hlaing yang telah menerima pemulangan 10.493 warga Myanmar dari Malaysia. Malaysia menyatakan tidak dapat lagi menampung pengungsi Myanmar karena alasan beban keuangan dan keamanan.
Malaysia juga bukan pihak dalam Konvensi Pengungsi PBB sehingga pencari suaka diperlakukan sebagai migran ilegal. Bulan lalu, Malaysia memulangkan sekitar 1.500 orang ke Myanmar menggunakan kapal angkatan laut Myanmar.
Sementara itu, program pemulangan yang lebih luas berpotensi mencakup hingga 5.000 orang. Min Aung Hlaing mengatakan warga Myanmar yang berada di pusat penahanan imigrasi Malaysia akan dipulangkan secepatnya.
Anwar mengatakan Malaysia akan mendorong Myanmar menerima kembali para pengungsi Rohingya. Hingga Februari, Malaysia menampung sekitar 193.000 pengungsi dan pencari suaka dari Myanmar, dengan sekitar 65 persen di antaranya merupakan Rohingya.
Sementara itu, kunjungan Min Aung Hlaing memicu protes kelompok pro-demokrasi. Mereka menolak pemberian legitimasi politik terhadap kepemimpinannya dan meminta Asean tidak mengakui pemerintahannya. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!