Wamendikdasmen Soroti Internasionalisasi Bahasa Indonesia di Russia
Sabtu, 31 Okt 2026, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kemendikdasmen
JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat menekankan pentingnya internasionalisasi Bahasa Indonesia di Russia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pertukaran akademisi dan mahasiswa, hingga penerjemahan karya sastra.
Atip menyampaikan hal itu saat membuka Kongres ke-2 Bahasa Indonesia di HSE University, Russia, yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda.
"Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi Bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia," kata Atip dalam keterangan dari KBRI Moskow yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Atip menyampaikan Bahasa Indonesia telah menjadi salah satu dari 10 bahasa resmi Sidang Umum UNESCO sejak 20 November 2023.
Namun, capaian itu bukanlah garis akhir. Justru, dengan itu, membuka babak baru di mana Bahasa Indonesia harus benar-benar dipakai di forum internasional, dunia pendidikan, publikasi akademik, perdagangan, hingga pariwisata.
"Penginternasionalan Bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya memperluas jumlah orang yang mempelajari Bahasa Indonesia, melainkan upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global," katanya.
Bagi Atip, Russia memiliki posisi strategis berkat tradisi akademik yang kuat dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya. Oleh karena itu, dia mendorong perluasan kerja sama Indonesia-Russia untuk penginternasionalan Bahasa Indonesia.
Dalam kongres itu, hadir pula Duta Besar RI untuk Federasi Russia Jose Tavares yang menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia sudah diajarkan di Universitas Negeri Moskow sejak akhir 1950-an.
Kini, di HSE University, Bahasa Indonesia menjadi salah satu dari dua bahasa timur utama yang dipelajari selama lima tahun penuh.
KBRI Moskow, lanjut Dubes Jose, terus bergerak untuk meningkatkan perluasan penggunaan Bahasa Indonesia dengan memperkuat pengajaran, membangun Rumah Nusantara, merangkul perguruan tinggi, menyediakan forum ilmiah, serta menghidupkan bahasa melalui budaya.
KBRI mencatat kelas BIPA di KBRI Moskow yang dibuka kembali pada Juli 2025 kini diikuti 149 pelajar.
Meski demikian, Jose mengakui keterbatasan jumlah pengajar dan bahan ajar khusus membuat program belum selalu berkesinambungan.
Jose juga berharap kongres tersebut dapat melahirkan jejaring Indonesianis yang solid di Russia dan Belarus, serta makin banyak kampus yang membuka kelas Bahasa Indonesia.
"Sembilan puluh delapan tahun lalu, Bahasa Indonesia menyatukan sebuah bangsa. Hari ini, saya yakin Bahasa Indonesia juga mampu menyatukan hati antarbangsa, termasuk rakyat Indonesia, Russia, dan Belarus," ujar Dubes Jose.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!