Krisis Energi Eropa Mendorong UE Percepat Transisi Energi Bersih
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiKarena itu, Eropa perlu mempercepat peralihan dari bahan bakar fosil menuju listrik bersih yang diproduksi di kawasan tersebut. Von der Leyen mengatakan lebih dari 70 persen energi Uni Eropa saat ini telah berasal dari sumber energi bersih, terutama energi terbarukan dan nuklir.
UE juga tetap berencana menghentikan pembelian gas alam dari Russia. Menurut von der Leyen, porsi impor gas Russia telah turun dari 45 persen menjadi 12 persen dan ditargetkan menjadi nol pada akhir 2027.
UE telah menetapkan persyaratan emisi metana bagi impor minyak, gas alam, dan batu bara dari negara ketiga. Mulai 1 Januari 2027, importir semula diwajibkan memastikan pasokan memenuhi ketentuan pemantauan, pencatatan, dan verifikasi emisi metana.
Selain itu, UE berencana memberlakukan larangan penuh terhadap impor gas alam cair (LNG) dari Russia mulai 1 Januari 2027 dan menghentikan impor gas Russia melalui pipa pada musim gugur 2027.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!