Serangan Russia ke Ukraina Tewaskan Belasan Jiwa
Kamis, 08 Okt 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Ukraine's State Emergency Service
PRYLUKY - Sedikitnya 15 orang tewas dalam serangan Russia di seluruh Ukraina, kata pihak berwenang pada Rabu (7/10), termasuk sembilan orang ketika sebuah misil menghancurkan blok apartemen di utara negara itu. Saat ini petugas layanan darurat masih terus menyisir reruntuhan bangunan lima lantai yang hancur di Pryluky, Chernigiv, untuk menemukan korban selamat.
Polisi mengatakan bahwa menjelang siang hari, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi sembilan orang. “Sayangnya, jenazah tiga anak telah ditemukan,” lapor mereka di Telegram.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah memperingatkan publik pada Selasa (6/10) malam bahwa Russia sedang merencanakan serangan besar-besaran, khususnya terhadap infrastruktur energi di negaranya.
“Russia ingin menyerang dengan menyakitkan dan demonstratif,” kata Zelenskyy pada Rabu, seraya menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan paling keji dalam konflik yang berlangsung hampir lima tahun ini.
Dua orang lainnya tewas ketika misil menghantam gedung-gedung tinggi di Dnipro dan Kremenchuk di Ukraina tengah, sementara dua lainnya kehilangan nyawa di Oleksandriya. Di Ibu Kota Kyiv, serangan udara Russia dilaporkan telah menewaskan dua orang.
“Dua korban di Kyiv meninggal dalam kebakaran di lingkungan Darnytskyi yang padat penduduk akibat serangan Russia pada 7 Oktober,” kata Wali Kota Vitaly Klitschko.
Kyiv telah menjadi sasaran serangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir menjelang musim dingin, dengan sirine serangan udara meraung hampir terus-menerus untuk memperingatkan akan datangnya serangan Russia.
Akibatnya warga berlindung di stasiun kereta bawah tanah semalaman, membawa tas ransel, tikar tidur, dan selimut, setelah peringatan serangan udara berbunyi.
“Kami mengambil barang-barang kami dan datang ke sini, kami tinggal tepat di sebelah sini,” kata Iryna Rybalchenko, yang bekerja di sebuah bank, kepada AFP, sambil duduk di peron dengan mengenakan hoodie gelap dan dikelilingi tas-tas.
“Seluruh Kyiv diliputi rasa takut. Kami terjebak di tempat kerja hari ini dan semua orang, di grup obrolan kami, atasan kami, mengirim pesan kepada kami untuk berhati-hati,” tutu dia.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan bahwa Russia meluncurkan setidaknya 50 misil dan 130 drone dalam serangan semalam terhadap beberapa wilayah termasuk Dnipropetrovsk, Kyiv, Kharkiv, dan Poltava.
Zelenskyy mengatakan bahwa meskipun beberapa di antaranya berhasil ditembak jatuh, misil balistik Russia masih merupakan tantangan terbesar dan sistem pertahanan udara baru adalah kebutuhan vital untuk membantu Ukraina mempertahankan diri.
Ukraina mengakui pihaknya kesulitan untuk menembak jatuh pesawat nirawak bertenaga jet yang baru dan bergerak cepat, serta misil balistik yang memang lebih sulit untuk dicegat.
Sanksi Baru
Sementara itu dari Brussels dilaporkan bahwa negara-negara Uni Eropa (UE) pada Rabu menyepakati serangkaian sanksi baru yang signifikan terhadap Russia, yang menargetkan hampir 1.600 individu dan entitas terkait perang di Ukraina, menurut keterangan para diplomat UE kepada AFP.
Para pejabat itu menyatakan bahwa pihak-pihak yang masuk dalam daftar hitam tersebut sebagian besar terkait dengan militer dan industri senjata Russia, dan para menteri luar negeri UE akan secara resmi mengesahkan langkah-langkah tersebut dalam pertemuan pada Senin (12/10).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!