QR BBM Subsidi Jangan Disebar Sembarangan! Pertamina Ungkap Alasannya
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 05:47 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto
KENDARI - PT Pertamina (Persero) mengimbau warga yang memiliki aplikasi kode batang atau QR Code BBM subsidi di My Pertamina agar tidak menyebarkan data tersebut kepada orang lain ketika mengisi bahan bakar guna mencegah penyalahgunaan.
Pjs. Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky aditya W saat dihubungi di Kendari, Kamis, mengatakan imbauan tersebut menyusul keluhan warga di Kendari yang menduga data barcode-nya dipakai orang lain ketika mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan barcode subsidi tepat, kepada siapapun agar barcode tidak digunakan untuk hal hal yg tidak diinginkan," ujarnya.
Menurut Okky, jika data aplikasi barcode BBM Subsidi Tepat bisa dijaga dengan bijak maka penyalaguaannya dapat dicegah, utamanya oknum pelangsir yang mengisi BBM untuk keuntungan pribadi.
Ia juga meminta masyarakat yang menggunakan aplikasi My Pertamina agar mereset dan memperbaharui Code QR Subsidi Tepat ataupun setelah mengisi BBM Pertalite di SPBU, sehingga data yang terlanjur tersebar tidak bisa digunakan lagi
"Nanti akan muncul barcode yang baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat," ucap Okky.
Okky mengatakan imbauan kepada pemilik Kode QR subsidi untuk menjaga data tersebut, karena operator SPBU tetap memberikan pelayanan jika gambar yang tertera sesuai data barcode Pertamina.
Sementara itu Kasat Pol PP Kota Kendari Dasril Yamin mengaku pihaknya langsung melakukan inspeksi dadakan (sidak) untuk menegur pihak SPBU THR agar tidak melayani kendaraan yang mengisi BBM jika data barcode tidak sesuai pemiliknya.
"Kami turun menegur langsung pihak SPBU THR melalui manajer dan seluruh operator untuk tidak melayani pengisian BBM yang tidak sesuai pelat kendaraan dan barcode yang diberikan," jelasnya.
Pihaknya bahkan memantau setiap pemilik kendaraan yang mengisi BBM di SPBU tersebut utamanya menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat.
Sebelumnya, video warga bernama Atika Harli memprotes operator SPBU THR di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Rabu (30/9) kemarin
Ia memprotes karena data QR Code digunakan orang lain untuk mengisi BBM Subsidi. Bahkan data aplikasi milkinya itu digunakan sejam sebelum ia untuk mengisi BBM di SPBU tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!