Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FIFA Tuduh UEFA Lakukan Kampanye Disinformasi Terkait Kasus Infantino

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 00:10 WIB | Oleh:

Proposal FIFA Forward Enterprise akhirnya dihentikan pada Juli setelah mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Salah satu persoalan utama yang mencuat adalah minimnya konsultasi dalam proses penyusunan proposal tersebut.

Perselisihan itu kemudian memicu seruan agar mekanisme tata kelola FIFA diperbaiki. Pada pekan lalu, Infantino mengirim surat kepada 211 asosiasi anggota FIFA dan mengusulkan peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan di organisasi tersebut.

UEFA sendiri telah meminta pengadilan AS memberikan akses terhadap bukti yang menurut mereka diperlukan untuk kemungkinan proses hukum di Swiss. Permohonan tersebut merupakan proses untuk memperoleh bukti, bukan putusan bahwa Infantino telah melakukan pelanggaran pidana.

Dalam dokumen terbarunya, FIFA juga mengaitkan langkah hukum UEFA dengan pemilihan presiden FIFA yang akan datang.

Infantino dijadwalkan menghadapi pemilihan kembali pada Maret 2027. FIFA menilai waktu pengajuan perkara UEFA berpotensi memengaruhi proses tersebut.

"Menjelang pemilihan FIFA, UEFA mengajukan permohonan ini dan tiga permohonan lainnya dengan menyebarkan disinformasi mengenai Tuan Infantino," kata FIFA dalam dokumen pengadilan.

"Pengadilan ini seharusnya menolak segala upaya untuk memengaruhi pemilihan presiden FIFA dengan alasan tersebut."

Di sisi lain, UEFA sebelumnya menyatakan bahwa permohonan mereka berkaitan dengan upaya memperoleh bukti untuk kemungkinan proses pidana di Swiss atas dugaan mismanagement dalam penyusunan proposal FFE. UEFA belum memberikan komentar atas tuduhan FIFA mengenai upaya memengaruhi pemilihan.

Sengketa tersebut kini menjadi bagian dari perselisihan yang lebih luas mengenai tata kelola FIFA, terutama menyangkut proses pengambilan keputusan dan pengelolaan hak komersial organisasi sepak bola dunia itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.