Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Virus Bandel yang Tinggalkan Jejak di Sel

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 07:28 WIB | Oleh:
Virus Bandel yang Tinggalkan Jejak di Sel Doc: Foto : Wikimedia Commons/NIAID
Ket. Gambar mikroskopis berwarna dari partikel virus hepatitis B (merah).

HEPATITIS B merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) dan terutama menyerang organ hati. Pada sebagian orang, infeksi ini dapat dibersihkan secara alami oleh sistem kekebalan tubuh. Namun, jika virus bertahan lebih dari enam bulan, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Infeksi kronis sering kali berlangsung bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Dalam jangka panjang, peradangan dan kerusakan hati yang persisten dapat memicu fibrosis, sirosis, gagal hati, hingga kanker hati.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) memperkirakan sekitar 240 juta orang hidup dengan hepatitis B kronis. Penyakit ini juga dikaitkan dengan lebih dari satu juta kematian setiap tahunnya, terutama akibat komplikasi sirosis dan kanker hati.

Virus Dapat “Bersembunyi” di Dalam Sel Hati

Salah satu alasan utama mengapa hepatitis B sangat sulit diberantas adalah kemampuan virus untuk meninggalkan materi genetik yang stabil di dalam inti sel hati. Setelah HBV masuk ke dalam sel hati (hepatosit), DNA virus dapat membentuk struktur melingkar yang disebut covalently closed circular DNA (cccDNA).

Struktur berbentuk lingkaran ini dapat bertahan lama di dalam inti sel dan berfungsi sebagai cetakan atau pabrik utama untuk menghasilkan RNA serta protein virus. Selama cccDNA tetap aktif, sel hati yang terinfeksi akan terus menjadi sumber komponen virus.

Inilah perbedaan krusial antara menekan peredaran virus dan menghilangkan sumber virus itu sendiri. Obat antivirus konvensional dapat menekan replikasi HBV sehingga jumlah virus dalam darah turun drastis, tetapi cccDNA dapat tetap bersembunyi dan bertahan di dalam sel hati. Akibatnya, penghentian pengobatan pada kondisi tertentu sering kali diikuti kembalinya aktivitas virus (viral rebound).

Ada Jejak Virus Lain di Genom Manusia

HBV juga memiliki karakteristik lain yang membuat penanganannya semakin rumit. Sebagian kecil DNA virus dapat terintegrasi langsung ke dalam genom sel manusia.

Meskipun DNA HBV yang terintegrasi ini bukan sumber utama pembentukan partikel virus baru, keberadaannya tetap dapat menghasilkan sejumlah RNA dan protein virus tertentu, termasuk HBsAg (antigen permukaan hepatitis B). Akibatnya, meskipun replikasi virus di dalam darah sudah ditekan, sebagian jejak virus masih tertinggal di dalam sel. Kondisi ini membuat upaya penyembuhan hepatitis B tidak cukup hanya dengan menurunkan jumlah virus dalam darah. Para peneliti juga harus mencari cara untuk mengendalikan atau membungkam materi genetik HBV yang tersisa di dalam sel hati.

Mengapa Infeksi Bisa Menjadi Kronis?

Respons sistem kekebalan tubuh memegang peranan kunci dalam menentukan apakah infeksi HBV akan berhasil dibersihkan atau justru menetap menjadi kronis. Infeksi yang terjadi pada orang dewasa jauh lebih mudah dikendalikan dibandingkan infeksi pada bayi.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), sekitar 90 persen bayi yang terinfeksi HBV akan berkembang menjadi infeksi kronis. Sebaliknya, sebagian besar orang dewasa yang terinfeksi justru mampu membersihkan virus secara spontan.

Karena faktor inilah, pencegahan penularan dari ibu ke bayi saat proses persalinan menjadi salah satu fokus utama dalam penanggulangan hepatitis B. Selain itu, HBV dapat menular melalui darah dan cairan tubuh lainnya, termasuk lewat hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, atau berbagi benda tajam yang terkontaminasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.