LRT Jakarta Makin Ramai, Danantara Disiapkan Dukung Perpanjangan Rute
📅 Senin, 28 Sep 2026, 05:03 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Pakar transportasi Djoko Setijowarno menilai rencana keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pendanaan perpanjangan rute LRT Jakarta merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi perkotaan.
"Pembangunan infrastruktur berbasis APBD murni jelas sangat menguras ruang fiskal daerah," kata Djoko Setijowarno yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (27/9).
Menurut Djoko, pembangunan angkutan umum masa depan tidak lagi sekadar berfokus pada pengadaan armada, tetapi juga membutuhkan keberanian dalam merancang skema pembiayaan serta menempatkan mobilitas sebagai bagian dari hak dasar masyarakat.
Ia mengatakan di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah, sinergi investasi antara lembaga keuangan nasional dan pemerintah daerah dapat menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan konektivitas perkotaan secara berkelanjutan.
Djoko menyebut rencana keterlibatan Danantara bersama Pemprov DKI Jakarta dalam pendanaan perpanjangan sejumlah rute LRT Jakarta, seperti koridor Manggarai-Dukuh Atas, Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS), hingga Velodrome-Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, merupakan langkah yang saling melengkapi.
"Masuknya Danantara sebagai sovereign wealth fund memberi angin segar berupa alternatif pembiayaan non-anggaran tanpa harus mengandalkan skema obligasi atau pinjaman daerah," ujarnya.
Menurut dia, skema tersebut dapat menjaga APBD DKI Jakarta agar tetap memiliki ruang untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga penyediaan subsidi angkutan umum.
Keterlibatan lembaga investasi berskala nasional, kata Djoko, juga menegaskan bahwa sistem transportasi Jakarta telah melampaui batas administratif wilayah.
"Terhubungnya jaringan LRT dengan simpul-simpul moda utama, seperti Kereta Cepat Whoosh di Halim, Stasiun Integrasi Manggarai, dan kawasan JIS akan mewujudkan perpindahan moda yang mulus bagi masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek," katanya.
Selain itu, menurut Djoko, Danantara sebagai lembaga investasi dapat membawa perspektif bisnis dan pengelolaan komersial dalam pengembangan infrastruktur transportasi.
Pendekatan tersebut dapat mendorong optimalisasi kawasan di sekitar stasiun melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD) serta pemanfaatan hak penamaan atau naming rights.
Dengan demikian, pendapatan non-tiket LRT dapat dioptimalkan untuk membantu menopang biaya operasional secara mandiri dan berkelanjutan.
Penumpang LRT meningkat
Sementara itu, PT LRT Jakarta mencatat jumlah penumpang harian rata-rata mencapai 11.300 orang setelah layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai beroperasi.
Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara mengatakan sebanyak 91 ribu penumpang telah menggunakan layanan tersebut selama periode 16-23 September 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!