Kontroversi Wasit Laga Derbi Madrid Memanas, Presiden La Liga dan Real Madrid Saling Serang
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Klub kami menganggap tidak dapat ditoleransi bahwa presiden La Liga menggunakan posisi institusionalnya untuk terus mendiskreditkan dan menyerang Real Madrid melalui berbagai pernyataan publiknya,” demikian pernyataan klub.
Real Madrid kemudian menilai sepak bola profesional Spanyol membutuhkan pemimpin yang mampu menjalankan kompetisi dengan prinsip netralitas.
“Dengan perilaku yang tidak pantas ini, yang telah berlangsung dari waktu ke waktu, kami percaya sepak bola profesional di Spanyol sangat membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengelolanya dan mengembangkan seluruh potensinya dengan kewajiban mendasar berupa netralitas,” lanjut pernyataan tersebut.
Di tengah perang pernyataan antara Tebas dan Real Madrid, muncul perkembangan penting dari sisi teknis perwasitan. Komite Teknis Wasit Spanyol mengakui adanya “kesalahan yang jelas dan nyata” dalam salah satu insiden yang dipersoalkan Mourinho. Mereka juga menyatakan bahwa VAR seharusnya melakukan intervensi pada insiden tersebut.
Pengakuan itu memberikan konteks baru terhadap kontroversi yang muncul setelah derbi Madrid. Namun, hal tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya konspirasi atau pengarahan wasit untuk merugikan Real Madrid.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah tekel Lee Kang-in terhadap Federico Valverde. Valverde mampu menyelesaikan pertandingan, tetapi kemudian klub menyatakan bahwa sang gelandang mengalami trauma berat pada pergelangan kaki kirinya dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kritik terhadap wasit menjadi salah satu cerita utama setelah Mourinho kembali menangani Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu kembali ke Santiago Bernabeu pada awal musim ini setelah meninggalkan klub selama bertahun-tahun. Ia mendapat tugas mengakhiri periode dua musim tanpa trofi utama.
Namun, awal musim belum berjalan mulus. Kekalahan dari Atletico membuat Real Madrid tertinggal enam poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen. Posisi tersebut menambah tekanan terhadap Mourinho dan timnya pada awal musim.
Di tengah situasi tersebut, perdebatan mengenai keputusan wasit justru berkembang menjadi konflik terbuka antara Real Madrid dan petinggi La Liga.
Mourinho mempersoalkan sejumlah keputusan di lapangan. Tebas menilai narasi konspirasi bukan jawaban atas persoalan yang dihadapi Real Madrid. Sementara itu, klub meminta agar kepemimpinan La Liga dijalankan dengan prinsip netralitas.
Dengan demikian, kontroversi derbi Madrid belum berakhir ketika peluit panjang dibunyikan. Kekalahan 1-2 dari Atletico justru berkembang menjadi perselisihan terbuka yang melibatkan Mourinho, Real Madrid, perangkat wasit, dan Presiden La Liga Javier Tebas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!