Pakar Kebencanaan Ungkap “Megathrust” Bagian dari Zona Subduksi
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 17:43 WIB | Oleh: Ilham SudrajatTiga segmen yang berada di Filipina yakni Palung Cotabato, Filipina Selatan, dan Filipina Tengah, tetap dimasukkan dalam pemetaan karena sumber gempa tidak berhenti mengikuti batas administratif suatu negara.
Kedekatan sejumlah sumber tersebut dengan wilayah Indonesia, termasuk kawasan Kepulauan Talaud, membuat potensi dampaknya tetap menjadi bagian dari kajian. Di antara sejumlah segmen tersebut, Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut menjadi perhatian.
Kawasan itu, dikategorikan sebagai seismic gap atau zona yang telah lama tidak mengalami gempa besar. BMKG menegaskan, status seismic gap tidak dapat diterjemahkan sebagai tanda bahwa gempa besar akan segera terjadi, melainkan menunjukkan adanya wilayah yang perlu mendapat perhatian dari sisi kesiapsiagaan dan mitigasi.
Catatan sejarah menunjukkan gempa besar terakhir di kawasan Selat Sunda terjadi pada 1757.
Sedangkan, Mentawai-Siberut tercatat mengalami gempa besar pada 1797. Kedua periode tersebut menunjukkan jeda waktu yang panjang, tetapi lamanya jeda tidak dapat digunakan untuk menentukan kapan gempa berikutnya akan terjadi. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!