Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Kemenekraf Genjot Literasi Bisnis Pelaku Ekraf di Tapanuli Selatan

Minggu, 20 Sep 2026, 22:41 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi menggelar program Literasi Bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan kapasitas ini memastikan pemulihan ekonomi tidak berhenti pada reaktivasi usaha, tetapi mendorong pembentukan unit usaha yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah.

Ket. Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi menggelar program Literasi Bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (17/9). — Sumber: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif

"Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (20/9).

Inisiatif ini dirancang untuk membekali para pelaku ekraf dengan manajemen usaha dan keuangan, akses perbankan, serta pemahaman atas risiko finansial sebagai persiapan dasar pelaku usaha sebelum memasuki tahapan pendampingan lanjut dan integrasi pembiayaan.

Dalam kesempatan ini, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana memberikan materi pengantar manajemen bisnis.

Hadir pula perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Manager Retail Deposit Product & Solution Ahlan Azman Iskariman dan Micro Banking Cluster Manager Marwan Efendi Nasution, yang memaparkan skema dukungan perbankan. Sementara itu, Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Latifa Putri Radiansyah, memberikan edukasi pencegahan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, serta pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

"Pemulihan usaha bukan semata soal kembali berjualan, melainkan bagaimana pelaku ekonomi kreatif membekali diri dengan pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” kata Anggara Hayun.

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Trianta Hadil Khoiri Dairiyawan, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Dia menilai kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan mitra sosial menjadi penting karena kebutuhan pemulihan masyarakat tidak dapat ditangani oleh satu pihak.

Program ini menjadi langkah awal dari ekosistem pemulihan usaha yang komprehensif. Pelaku ekraf yang memenuhi kriteria akan dilanjutkan ke tahap kurasi, mentoring, hingga pitching session untuk dihubungkan langsung dengan investor dan lembaga pembiayaan. Seluruh perkembangan bisnis peserta akan dipantau secara berkala guna memastikan efektivitas fasilitasi.

"Pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas pihak, dan inilah contoh nyatanya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat Tapanuli Selatan,” tutur Trianta.

Melalui skema tersebut, Kementerian Ekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif Tapanuli Selatan memiliki pengelolaan usaha dan keuangan yang lebih baik, akses terhadap ekosistem pembiayaan yang relevan, serta kesiapan mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah terdampak bencana. Ant

  • Ekonomi Kreatif
  • Pemulihan Pascabencana

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.