Yu Zidi Bersinar, Tiongkok Dominasi Hari Pertama Renang Asian Games

Senin, 21 Sep 2026, 00:04 WIB

TOKYO — Perenang belia Tiongkok, Yu Zidi, mencuri perhatian pada hari pertama cabang renang Asian Games 2026. Baru berusia 13 tahun, Yu langsung meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu, Minggu (20/9).

Kesuksesan Yu menjadi bagian dari dominasi Tiongkok yang meraih enam dari tujuh medali emas yang diperebutkan pada hari pembukaan. Juara Olimpiade, Pan Zhanle, juga berdiri di podium tertinggi setelah memenangi nomor 100 meter gaya bebas.

Ket. Foto: Yu Zidi. — Sumber: Asian Games 2026

Yu yang digadang-gadang menjadi salah satu bintang Tiongkok pada Olimpiade Los Angeles 2028 tampil meyakinkan dalam debutnya di Asian Games. Ia memenangkan final 200 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 2 menit 05,08 detik.

Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor baru Asian Games, memangkas hampir setengah detik dari rekor sebelumnya yang dibuat kompatriotnya, Zhang Yufei, tiga tahun lalu di Hangzhou.

Yu unggul telak 3,36 detik atas rekan senegaranya, Chang Mohan, yang finis dengan medali perak.

"Itu hanya biasa saja," kata Yu sambil tersenyum setelah menerima medali emas.

"Saya berharap bisa berenang lebih cepat lagi. Saya memperbaiki waktu saya hingga 0,9 detik di sini dan saya yakin bisa tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya."

Emas tersebut menjadi medali utama pertama Yu dalam kariernya. Ia masih akan tampil pada dua nomor individu lainnya di Asian Games kali ini.

Nama Yu mulai mencuat ke panggung internasional sejak tahun lalu. Saat masih berusia 12 tahun, ia menjadi peraih medali termuda sepanjang sejarah kejuaraan dunia renang ketika merebut perunggu bersama tim estafet gaya bebas 4x200 meter Tiongkok.

Pada kejuaraan dunia yang sama, Yu juga nyaris meraih medali pada tiga nomor individu setelah finis di posisi keempat.

Performa gemilangnya berlanjut tahun ini. Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada Maret ketika ia mengalahkan perenang Amerika Serikat sekaligus peraih beberapa medali emas Olimpiade, Regan Smith.

Meski demikian, Yu menilai masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki setelah tampil dominan di debut Asian Games.

"Teknik saya masih sedikit kurang," ujarnya. "Saya harus menundukkan kepala lebih awal, menjangkau lebih jauh ke depan, dan memperbaiki gerakan kaki."

Pan Zhanle melengkapi pesta emas Tiongkok melalui nomor 100 meter gaya bebas, nomor yang membawanya meraih emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada Olimpiade Paris.

Namun, kali ini Pan harus berjuang hingga sentuhan terakhir. Ia mencatat waktu 46,61 detik, hanya unggul 0,04 detik atas perenang Korea Selatan, Kim Young-beom.

Rekan senegaranya, Hwang Sun-woo, merebut medali perunggu setelah tertinggal 0,18 detik dari Pan.

"Satu meter terakhir saya merasa akan kalah," kata Pan. "Mungkin ini keajaiban."

Kemenangan tersebut menjadi momentum kebangkitan bagi Pan setelah mengalami hasil mengecewakan pada Kejuaraan Dunia tahun lalu di Singapura. Saat itu, ia gagal menembus final nomor 100 meter maupun 200 meter gaya bebas.

"Hari ini kembali menjadi kompetisi besar, di Asia dan juga dunia, jadi saya sedikit gugup," katanya. "Saya pikir ini bagus untuk latihan saya dan masa depan saya."

Selain Yu dan Pan, Tiongkok juga meraih emas melalui Tang Qianting pada nomor 50 meter gaya dada putri, Xu Jiayu pada nomor 100 meter gaya punggung putra, serta Li Bingjie pada nomor 1.500 meter gaya bebas putri.

Tiongkok kemudian menutup malam dengan kemenangan pada nomor estafet 4x100 meter gaya bebas putri.

Jepang menjadi satu-satunya negara yang mampu menghentikan Tiongkok dari sapu bersih emas pada hari pertama renang. Tomoyuki Matsushita meraih emas nomor 200 meter gaya ganti perorangan putra dengan catatan waktu 1 menit 55,30 detik.

Matsushita harus bekerja keras pada lintasan terakhir untuk mengejar rekan senegaranya, Yumeki Kojima. Ia akhirnya memenangkan duel tersebut hanya dengan selisih 0,06 detik.

"Saat berbalik di jarak 50 meter, saya pikir saya sudah memenangkannya, tetapi kemudian saya disalip," ujar Matsushita.

"Saya tahu harus membawa perlombaan ini hingga sentuhan terakhir dan saya berhasil menjangkau sedikit lebih jauh daripada Yumeki."

Dengan enam emas dari tujuh nomor yang dipertandingkan, Tiongkok langsung menunjukkan dominasinya di cabang renang Asian Games. Namun, sorotan terbesar tertuju kepada Yu Zidi, remaja 13 tahun yang memulai debutnya dengan rekor Asian Games dan medali emas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.