Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APM-SU Dorong Investasi di Dairi, Potensi Pertambangan Jadi Sorotan untuk Perkuat PAD.

3 Kamis, 17 Sep 2026, 21:08 WIB | Oleh:
APM-SU Dorong Investasi di Dairi, Potensi Pertambangan Jadi Sorotan untuk Perkuat PAD. APM-SU Dorong Investasi di Dairi, Potensi Pertambangan Jadi Sorotan untuk Perkuat PAD. Doc: APM-SU
Ket. APM-SU mendorong investasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Potensi sektor pertambangan menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan investasi daerah.

Aliansi Pemuda Millenial Sumatera Utara (APM-SU) akan menggelar Diskusi Publik bertema “Pentingnya Investasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi serta Peningkatan PAD Kabupaten Dairi”, Kamis, 17 September 2026, di Aula Badan Penghubung Pemerintah Sumatera Utara, di Jakarta.

Diskusi ini menghadirkan empat narasumber, yakni Halim Wijaya (Wasekjen Lingkungan Hidup PB HMI), Arifatullah Manik (Ketua Umum APM-SU/Aktivis Mahasiswa Dairi), Surya Nasution (Ketua DPP GMNI), dan Lingga Nasution ( Ketua Umum PB IMSU ).

Ketua Umum APM-SU Arifatullah Manik mengatakan, investasi harus ditempatkan sebagai instrumen penting untuk membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dairi tidak boleh hanya menjadi daerah yang memiliki potensi, tetapi harus mampu mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Investasi harus kita dorong dengan tetap mengutamakan kepastian hukum, transparansi, perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat,” ujar Arifatullah.

20260917210812_APM-SU_2.jpg

Menurutnya, salah satu potensi investasi yang perlu dibahas secara objektif adalah sektor pertambangan. Kabupaten Dairi memiliki potensi mineral yang apabila dikelola berdasarkan prinsip good mining practices, dapat menciptakan efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya UMKM dan jasa lokal, hingga peningkatan penerimaan daerah.

Data perencanaan pembangunan Kabupaten Dairi menunjukkan kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDRB masih sangat kecil, sekitar 0,07 persen pada 2023, sehingga terdapat ruang untuk meningkatkan nilai tambah sektor tersebut secara terukur.

Halim Wijaya menekankan bahwa investasi pertambangan tidak boleh hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga harus disertai komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Investasi dan lingkungan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Yang harus kita dorong adalah investasi yang taat aturan, memiliki standar lingkungan yang ketat, transparan dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Pertambangan harus meninggalkan warisan ekonomi yang baik, bukan persoalan lingkungan,” kata Halim.

Sementara itu, Surya Nasution menilai pemerintah daerah perlu memiliki strategi investasi yang jelas agar investor tidak hanya datang mengambil sumber daya, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal.

“Pemerintah harus mampu memastikan investasi memberikan multiplier effect. Masyarakat lokal harus mendapatkan kesempatan kerja, pelaku UMKM harus masuk dalam rantai pasok, dan anak-anak muda Dairi harus dipersiapkan agar menjadi bagian dari tenaga kerja maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Senada dengan itu, Lingga Nasution mendorong agar investasi di Kabupaten Dairi dibangun melalui keterbukaan dan komunikasi antara pemerintah, investor, masyarakat serta kelompok pemuda.

“Investasi membutuhkan kepercayaan. Karena itu pemerintah harus terbuka mengenai manfaat, risiko, kontribusi dan pengawasan terhadap setiap investasi. Masyarakat juga harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi sehingga investasi dapat berjalan dengan dukungan publik,” ungkapnya.

APM-SU juga menilai potensi pertambangan Dairi, khususnya investasi PT Dairi Prima Mineral (PT DPM), perlu ditempatkan dalam ruang diskusi publik yang objektif. Pemerintah Kabupaten Dairi sebelumnya menyampaikan bahwa PT DPM telah memperoleh persetujuan AMDAL dan perusahaan menyatakan komitmen untuk berinvestasi di Dairi dengan memperhatikan perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial dan tata kelola perusahaan.

Arifatullah menegaskan, dukungan terhadap investasi bukan berarti memberikan cek kosong kepada investor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.