Kepala BMKS: Bursa Mineral RI Tak Boleh Sekadar Jadi Formalitas
Selasa, 15 Sep 2026, 22:05 WIBJAKARTA â Bursa Mineral dan Komoditas Strategis harus dibangun dengan tata kelola yang transparan dan likuid agar mampu menciptakan pembentukan harga yang kredibel serta mencerminkan kondisi pasar secara objektif.
Tanpa transparansi dan likuiditas yang memadai, keberadaan bursa berisiko hanya menjadi formalitas dan belum mampu memperkuat efisiensi perdagangan maupun meningkatkan daya tawar komoditas strategis Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito menyatakan bursa mineral dan komoditas strategis harus transparan dan likuid.
âBursa Mineral dan Komoditas Strategis itu harus menjadi bursa yang trusted. Bursa yang trusted, tentu harus transparan, likuid. Kalau likuid berarti frekuensi transaksi yang cukup tinggi dan juga parties (pihak-pihak) yang akan terlibat di dalam proses ini cukup banyak,â ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Selasa (15/9).
Dalam kesempatan tersebut, dia memastikan bahwa masyarakat dan pelaku pasar akan mengetahui data-data yang terkait dengan perdagangan di BMKS.
Sebagaimana bursa saham, katanya lagi, perdagangan ini juga akan sangat terbuka dari mulai spot market hingga derivatif.
âMemang di negara-negara maju justru yang spot market-nya tidak banyak, nanti banyak sekali adalah di derivatifnya yaitu futures,â kata Sarjito.
Karena itu, dia mengharapkan BMKS tak hanya bicara spot market yang konservatif, tetapi justru akan ramai mengundang tender-tender dari mancanegara yang biasanya berdagang di pasar derivatif.
âItu tentu gradual dan butuh waktu, termasuk tahapan-tahapan mana, termasuk tadi kita sampaikan juga mineral-mineral mana, dan juga komoditas strategis yang harus diperdagangkan terlebih dahulu. Apakah bisa langsung derivatif? Tentu bursa punya pertimbangan dan OJK punya masukan terhadap apakah sudah saatnya melakukan transaksi derivatif,â ungkap Kepala Eksekutif BMKS DK OJK itu pula.
Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis menjadi momentum untuk membenahi tata kelola perdagangan komoditas nasional agar lebih transparan, efisien, dan memiliki pembentukan harga yang kredibel.
Namun, keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh likuiditas pasar, kepastian regulasi, serta pengawasan yang kuat sehingga bursa tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga mampu memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis global.
- OJK
- Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gempa NTT Apakah Merembet ke Jawa? Sore Ini Bantul Jogja Digoyang Gempa
-
13 Titik Longsor Dibuka, Distribusi Bantuan ke Pulau Palue Flores Kini Lancar
-
Cermati Protect Perkuat Kepercayaan Nasabah Lewat Layanan Asuransi Kendaraan Digital
-
Presiden Prabowo Turun ke Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan Barat
-
Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026, CIMB Niaga Edukasi Pelajar Lewat Tour de Bank
-
Rumah Sakit Lapangan Ruteng Beroperasi, Layani Operasi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kasus ISPA dampak kabut asap di Palangka Raya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.