TNI Harus Adaptif Hadapi Ancaman Perang Modern
Selasa, 06 Okt 2026, 03:08 WIBJAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan TNI harus terus beradaptasi menghadapi perkembangan bentuk ancaman dan peperangan yang tidak lagi berwujud fisik sudah mulai diserang melalui siber, disinformasi, dan berita bohong.
Selain itu, Presiden juga menyebut penyelundupan kekayaan negara turut menjadi ancaman bagi kedaulatan. âPerang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu, TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih,â ujar Presiden dalam peringatan HUT Ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, ÂSenin (5/10).
Menurut Prabowo, masa damai harus dimanfaatkan TNI untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, termasuk ancaman buruk Âsekalipun.
Ia menekankan TNI harus menjadi kekuatan pertahanan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif. Untuk itu, prajurit TNI dituntut mampu menguasai perkembangan teknologi. âTNI sekarang harus menguasai teknologi. TNI sekarang harus mengutamakan prestasi,â katanya.
Prabowo juga meminta sistem pembinaan di tubuh TNI mengedepankan prestasi dan kemampuan prajurit, bukan semata-mata senioritas.
Presiden turut mengingatkan agar loyalitas di tubuh TNI tidak dibangun dalam lingkup yang sempit, seperti loyalitas berdasarkan angkatan.
Lebih lanjut, ia meminta agar TNI memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk membantu dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat.
âKekuatan dan kemampuan TNI harus dapat mempercepat pelaksanaan program-program pemerintah, mengatasi berbagai kesulitan nyata yang dihadapi rakyat,â ucap Presiden.
Cinta Damai
Prabowo juga menegaskan Indonesia merupakan negara yang cinta damai dan menghormati bangsa serta negara lain, namun tetap tidak ingin diganggu oleh siapapun. âKita cinta damai, kita tidak mau mengganggu siapapun. Kita hormati semua bangsa, semua negara, semua kekuatan, tetapi kita tidak mau diganggu,â kata Prabowo.
Menurut Presiden sikap tersebut merupakan prinsip yang terus dipegang para pemimpin Indonesia sejak negara ini berdiri. Indonesia, katanya, tidak memiliki keinginan untuk mengganggu negara lain dan menghormati setiap bangsa serta kekuatan.
Namun, dia menegaskan Indonesia memiliki kepentingan untuk menjaga rakyat dan wilayah negara, termasuk kekayaan yang dimiliki Indonesia. âKita ingin selalu menjaga rakyat kita, kita ingin selalu menjaga wilayah kita, kita ingin selalu menjaga kekayaan kita,â ujar Presiden.
Menurut Prabowo, upaya menjaga kepentingan tersebut ditujukan untuk memastikan kekayaan Indonesia dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat serta mendukung upaya menghilangkan kemiskinan dan kelaparan.
Presiden mengatakan pembangunan TNI juga memiliki tujuan tersebut, yakni sebagai kekuatan untuk membela diri dan menjaga rakyat Indonesia. âKita membangun TNI adalah untuk itu, untuk membela diri, untuk menjaga rakyat kita,â kata Presiden.
Dalam amanatnya, Prabowo juga menekankan bahwa kekuatan TNI tidak hanya bergantung pada senjata, peralatan, maupun anggaran. Menurut Presiden, semangat dan jiwa rela berkorban merupakan bagian penting dari ketangguhan suatu tentara dan bangsa.
âTentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa,â ujar Presiden.
Upacara HUT Ke-81 TNI itu melibatkan 3.378 prajurit dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara serta pasukan Komponen Cadangan dan KKRI/Pramuka. Dalam upacara tersebut, Presiden meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam kodam.
Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus terus membangun kekuatan dari TNI. Sebab, wilayah Indonesia sebanding dengan luas Benua Eropa yang terdiri lebih dari 30 negara. Sementara, Indonesia hanya memiliki satu TNI. âKita juga akan terus membangun kekuatan kita,â kata Presiden.
Presiden menyebut Indonesia sebagai negara yang sangat besar dengan wilayah laut yang luas, ribuan pulau, perbatasan yang panjang serta berbagai objek strategis harus dijaga.
Untuk menggambarkan skala itu, Prabowo membandingkan luas wilayah Indonesia yang setara Eropa dan diisi lebih dari 30 negara.
âMereka punya 30 angkatan perang, 30 angkatan udara, 30 angkatan laut. Kita satu TNI,â kata Presiden.
Presiden mengakui tugas yang diemban prajurit tidak ringan. âTugas saudara berat, tapi saya yakin saudara mampu,â ujarnya.
Ia mengajak prajurit menjaga rakyat, wilayah, dan kekayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan Miangas hingga Pulau Rote agar kekayaan itu dapat dimanfaatkan seluruh rakyat Indonesia. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
BMKG: Cuaca DKI Sebagian Besar Bakal Cerah Berawan pada Kamis Siang hingga Sore Hari
-
Peringati Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Trans Jatim
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari Selasa Ini
-
Kapolres Jakpus Cek Dapur SPPG Rawasari, Temukan Sejumlah Fasilitas Perlu Diperbaiki
-
Tragedi Banjir Nepal-Tiongkok, 1.446 Orang Tewas dan 6.669 Masih Hilang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.