Tiongkok Tuding Pesawat Filipina Langgar Wilayah Udara di LTS

Selasa, 06 Okt 2026, 02:15 WIB

BEIJING — Tiongkok pada Senin (4/10) memperingatkan Filipina agar tidak melakukan tindakan provokatif di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan dan menuduh sebuah pesawat Filipina telah melakukan pelanggaran wilayah udara pada akhir pekan lalu.

Beijing mengklaim sebagian besar wilayah laut sengketa tersebut, meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaimnya tidak memiliki dasar hukum, dan konfrontasi telah terjadi secara teratur.

Ket. Foto: — Sumber: Facebook/IndoPacificReport

Angkatan bersenjata Filipina mengatakan sebuah jet tempur Tiongkok telah mengganggu patroli militer rutin yang dilakukan oleh pesawat turboprop Cessna 208 di dekat Scarborough Shoal pada Sabtu (3/10) lalu.

Sedangkan Komando Militer Wilayah Selatan Tiongkok mengatakan bahwa pesawat Filipina telah secara ilegal memasuki wilayah udara teritorial di atas Huangyan Dao milik Tiongkok, sebutan yang diberikan Beijing untuk gosong karang yang disengketakan itu.

Juru bicara militer, Zhai Shichen, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di platform media sosial WeChat pada Senin bahwa angkatan laut dan udara Tiongkok melacak dan memantau pesawat Filipina, dan mengeluarkan peringatan untuk mengusirnya sesuai dengan hukum dan peraturan.

“Tindakan Filipina melanggar kedaulatan Tiongkok secara serius," kata Zhai seraya mengatakan agar Manila untuk segera menghentikan pelanggaran hak asasi manusia dan tindakan provokatif.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu (4/10), Angkatan Bersenjata Filipina mengatakan bahwa sebuah pesawat tempur J-16 milik Tiongkok telah berulang kali mendekati dan bermanuver dalam jarak dekat dengan pesawat Filipina, termasuk bermanuver di depan dan di sekitarnya serta memposisikan diri di belakang pesawat Filipina.

Pemerintah Filipina kemudian mengatakan konfrontasi kedua terjadi pada Minggu di Kepulauan Spratly, lebih jauh ke selatan di LTS.

Insiden akhir pekan itu terjadi sekitar dua pekan setelah Filipina mengatakan sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok menabrak salah satu kapal departemen perikanannya di wilayah lain di Kepulauan Spratly.

Beijing kemudian menyalahkan tindakan kapal Filipina, yang menurut mereka bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.