- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trio Ilmuwan AS-Jerman Rai...
Trio Ilmuwan AS-Jerman Raih Nobel Kedokteran untuk Bidang Optogenetika
Selasa, 06 Okt 2026, 03:10 WIBSTOCHOLM - Hadiah Nobel Kedokteran dianugerahkan kepada psikiater dan dokter ahli saraf Amerika Serikat Karl Deisseroth dan rekan-rekannya dari Jerman, Peter Hegemann dan Georg Nagel, atas karya mereka di bidang optogenetika.
Bidang itu membantu para peneliti memahami bagaimana jenis sel tertentu berkontribusi pada perilaku seperti pembelajaran, rasa takut, kecanduan, dan gerakan, dan suatu hari nanti dapat mengarah pada pengobatan untuk gangguan neurologis dan sensorik seperti penyakit Parkinson dan epilepsi.
âDengan menggunakan optogenetika, para peneliti telah mampu mengungkap sirkuit saraf yang mengatur ingatan, perasaan, dan perilaku spesifik yang relevan untuk gangguan neurologis dan kejiwaan,â kata Majelis Nobel.
Dalam kedokteran klinis, para peneliti menggunakan metode ini dalam upaya untuk mengembalikan penglihatan pada orang dengan gangguan penglihatan.
âOptogenetika telah secara fundamental mengubah pemahaman kita tentang otak. Setiap hari membawa penemuan baru, membantu memecahkan salah satu misteri besar umat manusia: bagaimana otak kita yang luar biasa bekerja,â kata Majelis Nobel.
Tahun lalu, hadiah kedokteran diberikan kepada Mary Brunkow dan Fred Ramsdell dari Amerika Serikat dan Shimon Sakaguchi dari Jepang atas penelitian mereka tentang bagaimana sistem kekebalan tubuh dikendalikan dengan mengidentifikasi "penjaga keamanannya".
Para peraih penghargaan tahun ini akan menerima hadiah mereka, sebuah diploma, medali emas, dan cek senilai1,2 juta dollar AS dari Raja Carl XVI Gustaf dalam upacara resmi di Stockholm pada tanggal 10 Desember, bersamaan dengan peringatan kematian pencipta hadiah ini, ilmuwan Alfred Nobel, pada tahun 1896.
Nobel Fisika
Sementara itu, pemenang hadiah Nobel untuk fisika akan diumumkan pada hari Selasa. Fisikawan Sir John Pendry dari Inggris dan David Smith dari AS, yang mempelopori konsep âjubah tembus pandangâ, telah dianggap sebagai calon pemenang selama bertahun-tahun.
Mereka menunjukkan bahwa metamaterial yang direkayasa dapat membengkokkan gelombang elektromagnetik di sekitar suatu objek, menyembunyikannya dari pandangan.
Hadiah kimia akan menyusul pada hari Rabu dan hadiah sastra pada hari Kamis.
Beberapa pengamat berpendapat bahwa untuk bidang sastra, Akademi Swedia dapat menindaklanjuti penghargaan tahun lalu kepada Laszlo Krasznahorkai dari Hongaria dengan seorang penulis perempuan, mungkin dari Amerika Tengah atau Latin.
Penulis Argentina Samanta Schweblin, 48 tahun, bisa menjadi salah satu pilihan tersebut, kata kritikus sastra Lina Kalmteg kepada AFP.
- Nobel Kedokteran
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pelepasan Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Jambore Nasional
-
Ayu Ting Ting Siap Gelar Konser Tunggal Perdana di Depok Bertajuk 'Dangdut-Dangdutan'
-
Wamendagri Minta Pemda Percepat Penanganan Tuberkulosis
-
'About a Place in the Kinki Region': Investigasi yang Mengungkap Teror Supranatural Urban Legend
-
Jokic-Strawther Bersinar, Nuggets Paksa Thunder ke Gim 7
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.