Karhutla Makin Mengancam! Kemenhut Perkuat Satgas Selamatkan Satwa Liar

Sabtu, 05 Sep 2026, 17:16 WIB

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penyelamatan Satwa Liar untuk menghadapi dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan, upaya penguatan ini salah satunya ditujukan untuk orangutan di Kalimantan Tengah.

Ket. Foto: Tim BKSDA dan IARI mengevakuasi Orangutan Sempurna dari kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. — Sumber: Antara foto/HO-IARI Kalbar

“Dampak karhutla ini adalah selain kepada manusia, tentu adalah kepada satwa liar. Satgas yang ada selama ini kita perkuat kembali, jadi Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah. Jadi ini bukan Satgas baru, kerja sama seperti yang saya katakan tadi sudah lama terjadi, tapi kita perkuat,” ujar Menhut Raja Antoni.

Adapun penguatan dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, serta sejumlah organisasi konservasi yang selama ini telah menjalin kerja sama.

Menhut Raja Antoni mengatakan Satgas Penyelamatan Satwa Liar tersebut turut diperkuat oleh Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, Orangutan Foundation International (OFI), dan OFI UK.

Selain itu, Menhut mengatakan bahwa upaya penguatan juga dilakukan dari sisi medis. Ia menyoroti ketersediaan dokter hewan akan terus dipastikan, termasuk membuka opsi penambahan dokter dari luar Kalimantan Tengah apabila dibutuhkan.

“Pertama, ketersediaan dokter hewan. Kita sudah cek, masing-masing punya dokter hewan. Kalau kurang, nanti kita juga bisa kirimkan, di-BKO-kan dari Jawa atau dari tempat lain untuk membantu teman-teman di sini, kalau seandainya terjadi sesuatu yang tidak lagi mampu ditangani oleh dokter hewan yang ada di Kalimantan Tengah,” jelas dia.

Peralatan medis seperti tabung oksigen dan nebulizer, lanjut dia, juga disiapkan untuk membantu menangani gangguan pernapasan pada orangutan akibat dampak asap karhutla.

“Langkah tersebut dinilai penting karena dampak karhutla tidak hanya berasal dari api,” ujar Raja Antoni.

Menhut juga mengatakan satgas akan bekerja untuk menyelamatkan satwa yang terdampak, sementara pemerintah bersama berbagai pihak terus menjalankan pemadaman dan pencegahan agar dampak karhutla tidak meluas.

“Selain berusaha memadamkan apinya, mencegah asapnya, tentu kita bekerja sama lebih erat lagi, berkolaborasi lagi, agar (dampak karhutla) tidak menimpa banyak orangutan kita di Kalimantan Tengah,” kata dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.