Tembus Ratusan Juta dalam 3 Hari, Flobamorata Creative Expo 2026 Bikin UMKM NTT Panen Rezeki

Selasa, 06 Okt 2026, 02:05 WIB

KUPANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat total penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 mencapai Rp609,89 juta, Senin (5/10). 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adidoyo Prakoso di Kupang, Senin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan FCE 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Ket. Foto: Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti (kedua kiri) melihat-lihat motif tenun dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipamerkan oleh pelaku UMKM dalam acara Flobamorata Creative Expo 2026 di Kupang, NTT, Sabtu (3/10). — Sumber: ANTARA/Kornelis Kaha

"Dari sisi ekonomi, FCE 2026 membukukan total penjualan UMKM sebesar Rp609.892.308,” katanya.

Selain itu, menurut dia, dalam tiga hari kegiatan tersebut, berhasil menghasilkan Letter of Intent (LoI) melalui business matching ekspor senilai sekitar Rp27 miliar per tahun.

Tndak lanjut konkret dari kegiatan business matching tersebut adalah kesepakatan ekspor kakao antara koperasi petani kakao di Kabupaten Sikka dan pembeli (buyer) asal Australia. Pengiriman awal kakao tersebut sebanyak 20 ton dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar.

“Kesepakatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi perluasan pasar komoditas unggulan NTT ke pasar internasional,” ujar dia.

Dia menjelaskan pelaksanaan FCE 2026 tersebut selain bertujuan untuk mendorong aktivitas ekonomi juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.

Pada pembukaan FCE 2026, Gubernur Bank Indonesia secara simbolis menyerahkan dukungan kepada Gubernur NTT berupa kebutuhan pangan, obat-obatan, tempat tinggal sementara, serta dukungan keberlanjutan kegiatan belajar bagi anak-anak terdampak bencana.

"Dukungan pemulihan juga akan dilanjutkan melalui penyediaan fasilitas sanitasi, akses air bersih, serta sarana pembelajaran," katanya.

Adidoyo mengatakan kepedulian tersebut diperkuat dengan penggalangan donasi selama pelaksanaan FCE 2026. Donasi berasal dari kontribusi penjualan UMKM selama tiga hari, kanal QRIS ChariTree, serta kegiatan lelang kain tenun.

Dari rangkaian penggalangan tersebut, terkumpul tambahan donasi sebesar Rp29.099.266 yang akan digunakan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Flores.

Ia menegaskan Kantor Perwakilan Wilayah BI NTT akan terus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, pelestarian budaya, hilirisasi komoditas, digitalisasi, dan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

"Sinergi tersebut diharapkan terus menghasilkan program yang berdampak, inklusif, terintegrasi, dan sinergis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang berkelanjutan," ujar Adidoyo.

  • bi ntt
  • umkm ntt
  • flobamorata creative expo 2026
  • ekspor kakao sikka

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.