Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bromo Ditutup, Danau Kawah Ranu Regulo Jadi Pelipur Lara Wisatawan

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Bromo Ditutup, Danau Kawah Ranu Regulo Jadi Pelipur Lara Wisatawan Doc: Istimewa
Ket. Seluruh aktivitas wisata di Ranu Regulo tetap harus mengikuti ketentuan terutama terkait pencegahan kebakaran. Wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan tersebut.

MALANG - Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak sepenuhnya memutus aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Wisatawan masih bisa menikmati suasana alam di kawasan Ranu Regulo, Lumajang, yang hingga Senin (14/9) tetap dibuka dan aktivitas wisatanya berjalan normal.

Dikutip dari Antara, dengan luas kurang dari satu hektar, danau inu dikelilingi perbukitan dan pepohonan hijau sehingga tampak cantik pada saat matahari terbit. Suhu rata-rata yaitu sekitar 10 derajat Celsius dan bisa turun hingga minus 4 derajat Celsius saat dini hari. 

Danau kawah yang terbentuk secara alami dengan warna air biru kehijauan ini pun menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan TNBTS di tengah penutupan Bromo akibat karhutla.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan akses menuju Ranu Regulo masih dibuka bagi wisatawan.

"Untuk Ranu Regulo masih normal saja, masih dibuka," kata Rudi di Kabupaten Malang, Senin.

Minat wisatawan untuk berkunjung ke Ranu Regulo juga masih terlihat. Dalam tiga hari terakhir, sejak Sabtu (12/9) hingga Senin (14/9), tercatat sebanyak 645 wisatawan berkunjung ke kawasan tersebut.

Rinciannya, sebanyak 410 wisatawan tercatat berkunjung pada Sabtu, kemudian 154 wisatawan pada Minggu, dan 81 wisatawan pada Senin.

Meski kondisi Ranu Regulo masih aman dari dampak karhutla Bromo, TNBTS meminta wisatawan tetap meningkatkan kewaspadaan karena saat ini masih berlangsung musim kemarau dengan kondisi cuaca panas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

"Tanpa mengurangi kewaspadaan, wisatawan supaya berhati-hati dengan musim kemarau ini," ujar Rudi.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menambahkan, seluruh aktivitas wisata di Ranu Regulo tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku, terutama terkait pencegahan kebakaran.

Wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan tersebut.

"Diharapkan wisatawan tidak menyalakan api," kata Endrip.

TNBTS juga meminta wisatawan segera melapor kepada petugas apabila melihat kemunculan titik asap di sekitar kawasan Ranu Regulo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.