Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sultan: Inklusi Keuangan Tak Cukup Diukur dari Jumlah Rekening dan Transaksi

📅 Senin, 19 Okt 2026, 13:45 WIB | Oleh:
Sultan: Inklusi Keuangan Tak Cukup Diukur dari Jumlah Rekening dan Transaksi Doc: Dok. Pemda DIY

YOGYAKARTA—Tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan perlu dibarengi kemampuan mengelola penghasilan, menentukan kebutuhan, hingga memahami risiko produk finansial. Karena itu, inklusi keuangan tidak semestinya hanya dinilai berdasarkan banyaknya rekening maupun transaksi masyarakat.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan kecakapan mengatur keuangan menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan dan ketenteraman keluarga. Prinsip tersebut, menurut dia, sejalan dengan nilai budaya Jawa gemi, nestiti, dan ngati-ati.

"Nilai ini mengajarkan keputusan dalam mengatur keuangan sehari-hari. Kebijaksanaan dalam menggunakan penghasilan, kita perlu membedakan kebutuhan dengan keinginan, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk masa depan,” tutur Sri Sultan dalam Finansial Expo dan Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Monumen Serangan Umum 11 Maret, Yogyakarta, Minggu (18/10).

Prinsip nestiti, lanjut Sri Sultan, dapat diterapkan dengan bersikap cermat sebelum membuka tabungan maupun menentukan pilihan investasi. Masyarakat perlu memahami manfaat sekaligus risiko dari setiap keputusan finansial yang diambil.

Kehati-hatian juga semakin diperlukan di tengah kemudahan akses terhadap berbagai layanan keuangan. Perlindungan terhadap informasi pribadi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan masyarakat.

"Adapun Ngati-ati mengingatkan kita, agar kemudahan selalu disertai kewaspadaan. Jagalah kerahasiaan data pribadi,” tegasnya.

Sri Sultan meminta pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan memastikan edukasi serta pendampingan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Literasi keuangan harus menjangkau masyarakat hingga pasar, sekolah, dan kalurahan melalui pelayanan yang berkelanjutan.

Masyarakat juga didorong memanfaatkan kegiatan edukasi keuangan untuk mencari informasi, bertanya, serta membandingkan berbagai pilihan sebelum menggunakan suatu produk. Dengan pemahaman yang memadai, keputusan finansial diharapkan dapat diambil secara lebih tepat.

Menurut Sri Sultan, tujuan akhir pengelolaan keuangan tetap harus berpijak pada kesejahteraan manusia.

“Di balik setiap rekening terdapat harapan manusia, anak yang diperjuangkan, usaha yang dirintis, dan hari tua yang hendak dijalani dengan tenang,” tutup Sri Sultan.

Sementara itu, Kepala OJK DIY Eko Yunianto mengatakan tingkat literasi dan inklusi keuangan DIY telah berada di atas rata-rata nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan DIY mencapai 76,44 persen dan menempati peringkat ketujuh nasional. Adapun indeks inklusi keuangan mencapai 98,74 persen atau peringkat kedua nasional.

Selama Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, sebanyak 55 lembaga jasa keuangan di DIY tercatat menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp1,5 triliun kepada 18.637 debitur. Dari jumlah tersebut, 13.283 debitur memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon Rp718 miliar, sedangkan kredit senilai Rp296 miliar disalurkan kepada 3.079 pelaku UMKM.

“Kami berharap ke depan sinergi dan kolaborasi ini dapat ditingkatkan terus agar lebih banyak lagi masyarakat di DIY yang menjadi masyarakat yang well literate terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan. Sehingga mereka mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab,” ungkap Eko.

Eko turut mengingatkan masyarakat mewaspadai investasi dengan imbal hasil tidak wajar, pinjaman online ilegal, serta judi online berkedok permainan. Sebelum menggunakan produk dan layanan keuangan, masyarakat diminta menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.