Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Video Dugaan Bongkahan Es Rusak Atap Rumah Viral, BMKG Evaluasi OMC

📅 Senin, 19 Okt 2026, 14:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Video Dugaan Bongkahan Es Rusak Atap Rumah Viral, BMKG Evaluasi OMC Doc: Antara
Ket. Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto.

Palembang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi pelaksanaan penyemaian dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga di Palembang.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan ukuran material yang disemai sesuai ketentuan serta pelaksanaan OMC berlangsung aman bagi masyarakat.

“Untuk hari berikutnya itu sudah menjadi evaluasi kami, itu ada penyaring ukurannya sendiri, kemudian ada alat pemecahnya, sehingga ukuran dry ice pada saat disemai sudah kecil,” kata Siswanto di Palembang, Senin (19/10).

Ia menjelaskan bahan dry ice untuk penyemaian awan idealnya berukuran sekitar tiga milimeter. Namun, penyimpanan dalam ruang pembeku bersuhu sangat rendah berpotensi membuat butiran es menyatu hingga membentuk bongkahan.

Pada hari pertama uji penyemaian menggunakan teknologi tersebut, lubang pembuangan material pada pesawat belum dilengkapi jaring penyaring khusus. Temuan itu kemudian menjadi bahan evaluasi tim operasional dengan memasang penyaring dan alat pemecah agar ukuran dry ice yang keluar dari pesawat lebih kecil.

Terkait video yang beredar di media sosial mengenai dugaan bongkahan dry ice menimpa dan melubangi atap rumah warga, Siswanto meragukan material tersebut dapat merusak atap berbahan seng.

Menurut dia, bongkahan yang dijatuhkan dari ketinggian akan mengalami gesekan dengan udara selama proses jatuh sehingga ukurannya diperkirakan mengecil sebelum mencapai permukaan tanah.

“Kalau dampaknya sampai merusak atap ini kayaknya kurang jelas, kalau atap seng saya yakin enggak. Karena kalaupun bongkahan awal agak besar, ketika dijatuhkan dari ketinggian tertentu dia akan tergesek oleh angin, harusnya mengecil,” ujarnya.

Meski demikian, BMKG memastikan evaluasi prosedur operasional penyemaian awan terus dilakukan untuk menjaga keamanan pelaksanaan OMC, termasuk bagi masyarakat yang berada di bawah jalur penerbangan.

“Kami terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan OMC ini tetap berjalan optimal dan aman bagi masyarakat,” kata Siswanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

James Gunn Bantah Rumor Milly Alcock Dipecat dari Peran Supergirl

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
James Gunn Bantah Rumor Mil...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.