Investasi Bekasi Tembus Rp50 Triliun, Pemkab Targetkan Rp70 Triliun pada 2026
Minggu, 13 Sep 2026, 14:01 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menargetkan realisasi investasi sepanjang tahun 2026 mencapai Rp70 triliun sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja secara lebih luas bagi masyarakat setempat.
"Sekarang nilai investasi yang sudah masuk di Kabupaten Bekasi Rp50 triliun. Saya punya target Rp70 triliun akan masuk ke Kabupaten Bekasi hingga akhir tahun ini," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Jabar, Minggu (13/9)
Dia menilai nominal target tersebut cukup realistis dan sangat memungkinkan untuk dicapai mengingat wilayahnya merupakan salah satu pusat industri terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan aktivitas perusahaan yang sangat tinggi.
Kondisi ini menjadi modal penting untuk terus menarik investasi baru ke daerah. Saat ini tercatat ada 9.100 perusahaan yang beroperasi di 11 kawasan industri dengan delapan di antaranya merupakan kawasan industri besar.
"Dan kalau sampai yang terkecil atau berdasarkan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), tercatat ada 58.000 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi," katanya.
Selain jumlah perusahaan dengan modal kawasan industri yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah, keberlangsungan investasi berkaitan erat dengan kondusivitas iklim berusaha yang mampu menarik minat penanam modal.
"Keberlangsungan investasi harus betul-betul ditopang dengan menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kalau Bekasi goyang, kita tidak tahu ibu kota seperti apa. Makanya benar-benar dijaga kondusif," ucapnya.
Pihaknya berkomitmen membangun hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan antara pemerintah daerah dengan pekerja serta pengusaha untuk mendukung realisasi target investasi tersebut.
Pemerintah daerah memandang pekerja bukan sekadar bagian dari proses produksi, tetapi merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan dunia usaha.
"Hubungan industrial yang berkeadilan dan kondusivitas investasi sangat relevan dan menjadi komitmen bersama yang harus kita wujudkan. Buruh atau pekerja bukan sekadar faktor produksi, melainkan mitra strategis pembangunan ekonomi," ucapnya.
Pemkab Bekasi menegaskan siap untuk menjadi fasilitator dalam membangun komunikasi antara pekerja, pengusaha dan pemerintah. Penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan diharapkan dapat dilakukan melalui dialog dan perundingan yang konstruktif.
"Insya Allah saya akan tanda tangan apa yang diinginkan dan menjadi aspirasi rekan-rekan buruh, tentu saja melalui mekanisme perundingan serta tetap dalam batasan sesuai kemampuan perusahaan. Kami juga berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif, memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin masuk Bekasi," kata dia.
- Pemkab Bekasi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jamuan Rakyat Digelar di Sembilan Titik di Jakarta Barat
-
Pemprov Jateng Perbaiki Jalan Provinsi di Blora, Rp397 Juta Digelontorkan untuk Talud dan Drainase
-
TNI AL dan Militer Tiongkok Rampungkan Latihan Bersama di Timur Pulau Taiwan
-
26 Tahun Menunggu, Marvel Tebus Dosa Lama X-Men, Cyclops Akhirnya Tampil dengan Kostum Ikonik
-
Kuda Biru Project Hadirkan Pelita Tenaga Surya di 6 Wilayah DKI Jakarta.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.