Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Berikut Strategi yang Dilakukan ASDP
Jumat, 11 Sep 2026, 20:22 WIBJAKARTA â Tidak ingin kepadatan di Lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi masalah yang terus berlanjut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan sejumlah strategi yang diharapkan dapat memperlancar arus penumpang dan barang yang melalui rute tersebut.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan bahwa saat ini perusahaan terus menyiapkan langkah untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat kesiapan lintasan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik, terutama pada periode Nataru 2026/2027.
âYang kami lakukan bukan hanya mengurai antrean ketika kepadatan terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi yang lebih fundamental agar lintasan memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang semakin baik dalam menghadapi pertumbuhan permintaan ke depan,â jelas Windy dalam Media Brief Discussion di Pressroom Kementerian Perhubungan di Jakarta, Jumat (11/9).
Ia juga memaparkan kondisi aktual Lintas Ketapang-Gilimanuk serta berbagai faktor yang memengaruhi ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas layanan. Pembahasan secara khusus menyoroti tekanan pada pelayanan kendaraan logistik yang menjadi salah satu volume dominan pada periode kepadatan.
Berdasarkan data periode 30 Agustusâ5 September 2026, tercatat sebanyak 43.327 kendaraan melintas di Lintas Ketapang-Gilimanuk, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, sebanyak 176 kapal beroperasi dengan 1.210 trip, masing-masing mengalami penurunan 11% dan 21% secara tahunan.
Untuk jangka pendek, kata Windy, ASDP menyiapkan langkah stabilisasi melalui pengendalian arus dan penguatan kapasitas di Lintas Ketapang-Gilimanuk.

"Sementara dalam jangka menengah dan panjang, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dermaga, berkoordinasi untuk pengembangan buffer area, penyiapan akses pendukung, serta penambahan armada untuk mendukung operasi di Lintas Ketapang-Gilimanuk dan Tanjung WangiâLembar melalui operasional kapal perbantuan," katanya.
Dari sisi infrastruktur, ASDP menargetkan peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang dari dermaga ponton menjadi Dermaga MB ditargetkan dapat dioperasikan selambatnya pada periode Angkutan Lebaran 2027.
Windy juga memamparkan terdapat juga faktor lainnya yang memperbesar ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh menurunnya kapasitas lintasan alternatif, terbatasnya fleksibilitas kendaraan logistik, belum dapat digunakannya Dermaga Bulusan, serta keterbatasan kapasitas dermaga yang saat ini masih dalam tahap peningkatan.Â
Secara Menyeluruh
Sebelumnya, Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan bahwa penanganan kepadatan di Ketapang-Gilimanuk perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan permintaan dan kapasitas efektif yang tersedia.
âKepadatan di Ketapang-Gilimanuk tidak dapat dilihat hanya dari sisi jumlah kendaraan maupun kapal. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kapasitas efektif layanan, khususnya untuk kendaraan logistik,â ujarnya.
Karena itu, kata Heru, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari stabilisasi operasional hingga penguatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas pendukung.
"Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP berkomitmen untuk terus memperkuat Lintas Ketapang-Gilimanuk sebagai salah satu jalur strategis konektivitas Jawa-Bali, sekaligus memastikan kesiapan layanan dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat dan logistik, termasuk pada periode Nataru 2026/2027 mendatang," tutupnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Habiskan Hampir Rp1 Triliun, Jalan Lintas Bono Riau Belum Tuntas
-
Bencic Singkirkan Alexandra Eala, Tantang Gauff di Perempat Final Toronto
-
Naik 69,5 Persen, KKI Mulai Jadi Andalan Transaksi Pemerintah
-
Perkuat Logistik Lintas Batas, ASDP Dorong Konektivitas RoRo Batam–Johor
-
Arsenal Incar Kenan Yildiz, Juventus Pasang Harga Fantastis 2,06 Triliun Rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.