Berkat Kolaborasi Pemda dengan Pelaku UMKM, Kopi Lembang Tembus Pasar Arab Saudi
Senin, 31 Agu 2026, 12:11 WIBBANDUNG BARAT â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, memfasilitasi pengembangan kopi lokal hingga produk kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu asal Kecamatan Lembang berhasil menembus pasar Arab Saudi.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, di Bandung Barat, Senin (31/8), mengatakan fasilitasi dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan pelaku UMKM, petani, Bank Indonesia, Bea Cukai, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
"Alhamdulillah berkat usaha tersebut, sekarang salah satunya berhasil, yaitu dari Kopi Poctan Arjuna atau dengan produk Tonas Coffee ke Arab Saudi," katanya.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi kopi Bandung Barat untuk memperluas pemasaran ke negara lain, termasuk Jepang yang diharapkan dapat menjadi tujuan ekspor berikutnya.
"Mudah-mudahan Pak Ananda, Pak Dikdik, dan Kang Adil bisa terus meningkatkan produknya. Katanya, mudah-mudahan tahun depan bisa ekspor ke Jepang," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah mengatakan kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu berhasil menarik minat pembeli di Riyadh setelah pihaknya mengirimkan lima sampel dengan metode pengolahan berbeda.
"Awalnya kita kirim sampel dulu berupa pengolahan kopi fermentasi lima sampel. Hasilnya yang diterima kopi fermentasi nanas," katanya.
Ekspor perdana tersebut dilakukan sebanyak empat ton biji kopi hijau atau green bean hasil fermentasi menggunakan buah nanas dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp800 juta.
Dikdik mengatakan permintaan awal dari pembeli di Arab Saudi mencapai 25 ton, tetapi pihaknya baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton karena masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi dan bahan baku.
"Awalnya, mereka melakukan pemesanan sebanyak 25 ton. Namun, karena situasi dan kondisi yang kurang memungkinkan, kami baru mampu menyanggupi pengiriman sebanyak 4 ton," ujarnya.
Dikdik mengatakan peningkatan permintaan dari pasar Arab Saudi menjadi peluang bagi petani kopi Lembang untuk meningkatkan produksi.
Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani Desa Cibodas, namun jumlah tersebut belum mencukupi apabila permintaan ekspor meningkat.
"Kendala utama yang kami hadapi dalam proses produksi adalah ketersediaan bahan baku, khususnya ceri kopi," ujar Dikdik.
Karena itu, Tonas Kopi menargetkan kapasitas produksi meningkat dua hingga tiga kali lipat dengan kebutuhan bahan baku yang diproyeksikan mencapai lebih dari 100 ton.
B2B Specialist Tonas Kopi Adil Wijayakusumah mengatakan kemampuan melakukan ekspor secara mandiri merupakan hasil proses panjang selama sekitar tiga tahun untuk memenuhi berbagai persyaratan ekspor.
"Kami berproses sekitar tiga tahun untuk memenuhi syarat ekspor. Tentu tidak mudah, namun ini menjadi titik awal kopi petani di Lembang, khususnya, menembus pasar internasional," katanya.
- Pemkab Bandung Barat
- Kopi Lembang
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jelang Mangrofest 2026, Kepala OIKN Ajak M4CR Motoran Keliling IKN
-
Antisipasi Dampak El Nino Gozila, Mataram Siapkan Langkah Mitigasi Kekeringan
-
BMKG: Monsun Asia Berpotensi Tingkatkan Curah Hujan di NTB
-
Pahit! Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Peringkat FIFA Terjun Bebas Di Bawah Malaysia
-
Tren Pernikahan 2026: Pasangan Muda Kini Prioritaskan Kesiapan Rumah Tangga daripada Pesta Mewah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.