FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
Kamis, 01 Okt 2026, 21:48 WIBJAKARTA â Timnas Indonesia memastikan tiket ke partai final FIFA Asean Cup 2026 setelah melewati drama pertandingan yang menegangkan. Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10) malam, mengantarkan Indonesia ke puncak turnamen untuk menghadapi Thailand pada tanggal 5 Oktober mendatang.
Sembilan gol yang dicetak Indonesia bukan sekadar kemenangan besar. Hasil tersebut menjadi penentu ketika posisi Indonesia dan Malaysia di Grup A sama-sama mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Pada laga lainnya, Malaysia menghancurkan Singapura 6-0.
Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki selisih gol +9. Namun, Indonesia unggul dalam jumlah gol yang dicetak, yakni 11 berbanding sembilan. Faktor agresivitas itulah yang akhirnya membawa Garuda melewati Malaysia dan berhak tampil di final.
Situasi tersebut membuat setiap gol menjadi sangat berarti. Indonesia yang sudah unggul jauh tetap bermain menyerang hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir. Anak asuh John Herdman tidak mengendurkan tekanan karena menyadari bahwa selisih gol dapat menjadi penentu nasib mereka.
Setelah unggul 6-1, Indonesia terus menciptakan peluang. Pada menit ke-59, tendangan penjuru Kevin Diks langsung mengarah ke gawang Bangladesh. Namun, kiper lawan masih mampu menepis bola tersebut.
Herdman kemudian melakukan perubahan pada menit ke-60 dengan memasukkan Luke Vickery untuk menggantikan Rizky Ridho. Enam menit berselang, Joey Peluppessy mencoba peruntungan melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar.
Drama kembali terjadi pada menit ke-69. Elkan Baggott mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Bek Indonesia itu kemudian memprotes keputusan wasit. Wasit sempat mendapat panggilan VAR untuk meninjau kemungkinan kartu merah. Setelah berkonsultasi dengan petugas VAR, keputusan awal tidak berubah. Baggott tetap hanya menerima kartu kuning.
Indonesia terus melakukan penyegaran. Menit ke-73, Egy Maulana Vikri dan Dean James masuk menggantikan Ragnar Oratmangoen dan Ivar Jenner.
Egy langsung memberikan ancaman. Pada menit ke-80, pemain tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi kembali berhasil diamankan kiper Bangladesh.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Ole Romeny mencetak gol pada menit ke-84. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit berkomunikasi dengan VAR karena Romeny berada dalam posisi offside.
Indonesia akhirnya mencetak gol ketujuh pada menit ke-90 melalui Luke Vickery. Keunggulan 7-1 sempat membawa Indonesia semakin dekat dengan final. Namun, Bangladesh belum menyerah. Ali Wahid mencetak gol pada menit ke-90+1 untuk mengubah skor menjadi 2-7.
Gol tersebut membuat posisi Indonesia kembali berada dalam tekanan. Dalam persaingan ketat dengan Malaysia, tambahan gol menjadi sangat penting.
Indonesia merespons dengan agresif. Pada menit ke-90+6, Kevin Diks mencetak gol kedelapan. Hanya berselang semenit, Mitchell Baker menambah gol kesembilan. Skor 9-2 akhirnya bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan itu sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mengincar kemenangan, tetapi juga membutuhkan produktivitas gol untuk mengamankan posisi di puncak klasemen.
Kini, perhatian Garuda beralih kepada tantangan yang jauh lebih berat. Thailand sudah menunggu di partai final pada 5 Oktober.
Pertandingan puncak itu akan menjadi ujian berbeda bagi Indonesia. Jika melawan Bangladesh persoalannya adalah menciptakan sebanyak mungkin gol, menghadapi Thailand menuntut keseimbangan antara agresivitas dan disiplin. Final bukan lagi sekadar pertarungan mengejar selisih gol, melainkan duel untuk menentukan siapa yang menjadi juara ASEAN.
Sembilan gol ke gawang Bangladesh telah membuka jalan Indonesia menuju final. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai ketika Thailand berdiri di seberang lapangan.
- bangladesh
- Timnas Thailand
- hasil timnas indonesia
- FIFA Asean Cup
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Mbappe Geram Digambarkan Jadi Diktator, Singgung Penderitaan Jutaan Orang
-
Bisnis Seni Pertunjukan Digarap Serius, Kemenekraf Rangkul Industri
-
Jalan Jatimakmur Bekasi Kerap Tergenang Meski Tak Hujan, Pemkot Benahi Drainase
-
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK
-
Aldila Belum Mampu Mencapai Semifinal US Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.