Pencarian 8 Orang Hilang Selat Sunda Terus Dilanjutkan Basarnas

Jumat, 11 Sep 2026, 03:17 WIB

Pandeglang - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi pencarian melalui udara terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/9) belum membuahkan temuan.

“Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat. Tapi hasil operasi hari ini tentunya dari laporan enam sektor yang ada di lapangan dan itu nanti akan dilaporkan ke posko gabungan,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang, Kamis (10/9).

Ket. Foto: Prajurit TNI AL awak KRI Lepu-861 menggunakan teropong saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). — Sumber: Antara

Dikutip dari Antara, Syafii menjelaskan, berdasarkan pemantauan langsung dari udara menggunakan sarana penerbangan, tim Basarnas belum melihat tanda-tanda keberadaan korban, termasuk di daratan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Meski belum menemukan korban, tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian masih terus dilakukan secara intensif selama tujuh hari ke depan sesuai standar pedoman internasional IAMSAR Guidelines.

“Kami memastikan bahwa proses pencarian di lapangan masih terus berjalan dan belum dihentikan. Operasi ini melibatkan koordinasi lintas sektoral yang ketat dengan instansi terkait, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” ujarnya.

Menurut Syafii, pola operasi SAR sangat bergantung pada pemutakhiran data ilmiah dari PVMBG dan BMKG. Tim di lapangan juga menghadapi tantangan cuaca, termasuk jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dari kebakaran maupun aktivitas vulkanik pada ketinggian di bawah 1.500 meter.

Sementara itu, abu vulkanik pada ketinggian lebih dari 50.000 kaki dilaporkan bergerak ke arah Samudra Hindia. Namun, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas sebelum tim darat diturunkan langsung ke pulau sasaran.

“Sesuai standar, pada hari ketujuh nanti kita akan melaksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya, baik itu PVMBG, teman-teman BMKG, tim medis untuk membahas kelanjutan operasi ini,” katanya.

Untuk memperkuat operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 11 kapal utama dari berbagai unsur, mulai dari KRI milik TNI Angkatan Laut, kapal Polairud Polri, kapal Basarnas, hingga kapal pendukung dari potensi SAR lainnya. “Kekuatan tersebut didukung oleh lebih dari 300 personel inti yang siaga di posko maupun di lapangan,” ujar Syafii.

Pengawasan dan imbauan keselamatan juga terus disampaikan kepada pengguna lalu lintas laut agar turut membantu memantau perairan dan melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan ­korban. YK/and

  • jurnalis hilang kontak

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.