- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jelang KTT BRICS, Indonesi...
Jelang KTT BRICS, Indonesia Didorong Jadi Inisiator Isu Lingkungan
Jumat, 11 Sep 2026, 04:02 WIBJakarta - Akademisi Hubungan Internasional Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Moch Faisal Karim menilai Pemerintah Indonesia dapat menjadi inisiator dalam mengangkat isu lingkungan pada forum kerja sama BRICS.
Menurut dia, Indonesia berpeluang menjadi jembatan di antara negara-negara anggota BRICS karena memiliki pengalaman sebagai bridge builder atau penengah di ASEAN.
âAda satu hal yang semuanya sepakat, yaitu isu lingkungan, isu climate change (perubahan iklim). Nah, di sini mungkin kita harus mampu mencari satu titik temu, dan dari situ kita bisa jalan bareng,â ucap Moch Faisal Karim saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Kamis (10/9).
Faisal menilai upaya mengonsolidasikan negara-negara anggota BRICS dalam isu ekonomi maupun politik akan lebih sulit bagi Indonesia karena setiap negara memiliki kepentingan masing-masing.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan isu perubahan iklim yang memiliki dampak luas dan menjadi kepentingan bersama negara-negara di seluruh dunia.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Indonesia lebih proaktif menyuarakan pandangannya dalam forum BRICS, meskipun Indonesia bukan negara pendiri dan baru bergabung sebagai anggota pada Januari 2025.
âIndonesia ini terbiasa membuat sesuatu, kita menjadi inisiator. Kita memiliki semacam posisi sebagai norm entrepreneur (pihak yang mengusung berbagai ide dan nilai baru ke dalam sistem internasional agar diadopsi oleh negara-negara anggota),â kata Faisal.
Selain isu lingkungan, Faisal menilai Indonesia juga dapat mendorong pembentukan struktur formal dalam BRICS agar kerja sama antaranggota semakin efektif.
Sebelumnya, Guru Besar bidang Ilmu Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyatakan bahwa hingga saat ini BRICS belum memiliki piagam pendirian, anggaran dasar, maupun sekretariat pusat.
Oleh karena itu, Hikmahanto mendorong Pemerintah Indonesia mengambil inisiatif untuk menyiapkan rancangan anggaran dasar yang dapat membuat kerja sama BRICS lebih komprehensif dan efektif.
Indonesia resmi bergabung sebagai anggota BRICS pada 6 Januari 2025. Saat ini, BRICS memiliki 11 negara anggota, yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
KTT ke-18 BRICS dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 12â13 September 2026. KTT tersebut mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability" dengan agenda memperkuat kerja sama antarnegara anggota serta membahas berbagai isu global dan regional.
- KTT BRICS
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.