- Home
-
- Megapolitan
-
- Kota Tua Dikembangkan deng...
Kota Tua Dikembangkan dengan Konsep 'Placemaking'
Jumat, 11 Sep 2026, 03:42 WIBJAKARTA â Ke depan, sangat mungkin wajah Kota Tua, Jakarta tidak lagi persis seperti sekarang. Sebab kawasan ini akan dikembangkan di mana di dalamnya juga akan dibangun transit oriented development (TOD) dengan konsep placemaking. Pembangunan dilakukan PT MRT Jakarta (Perseroda).
âKonsep placemaking merupakan perancangan dan pengelolaan ruang ketiga berkualitas yang melibatkan masyarakat atau komunitas serta pengoptimalan bisnis lokal,â tutur Kepala Divisi Business Planning and Expansion MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, Kamis (10/9).
âKota Tua akan kami revitalisasi. Mudah-mudahan tetap hidup dengan mempertahankan identitas heritage-nya. Jadi, Chinatown-nya, Little Amsterdam-nya nggak hilang. Areanya akan dibuat hidup dengan kombinasi ritel, komunitas, dan lainnya,â ungkapnya.Â
Selain itu, ucap Samuel, Kota Tua juga akan dibuat lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki. Ini baik area permukaan maupun bawah tanah (stasiun).
Pergerakan kendaraan pribadi juga akan dibatasi. âKe depan mungkin akan ada trem yang bolak-balik di dalam kawasan Kota Tua,â ucapnya.
Pengembangan kawasan berkonsep placemaking, ucap Samuel, merupakan salah satu poin yang termasuk dalam program dan peta jalan implementasi Pemprov Jakarta menuju 20 besar kota global dunia tahun 2045.Â
Hal itu tercatat dalam buku âJakarta Rise #20: Langkah Menuju Kota Global Teratasâ yang dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jakarta.Â
Menurutnya, pekerjaan revitalisasi kawasan akan dilakukan setelah pembangunan proyek MRT Bundaran HI-Kota selesai. Jalur selatan ke utara tersebut ditargetkan tembus ke Kota Tua tahun 2029 mendatang.
Multifungsi
Sementara itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menyampaikan bahwa perkembangan konstruksi ruang multifungsi (extended concourse) dan entre baru Stasiun Bundaran HI telah mencapai 23 persen. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menuturkan, pembangunan ruang multifungsi dan entre baru tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi peningkatan jumlah pelanggan.
Juga untuk mengantisipasi beroperasinya MRT Jakarta Fase 2A. Pengembangan ini juga bertujuan memperluas sirkulasi bawah tanah dan membuka potensi interkoneksi dengan area komersial. Melalui pengembangan tersebut, Stasiun Bundaran HI akan memiliki ruang tambahan seluas tidak kurang lebih 4.400 meter persegi.
Ruang ini dapat dimanfaatkan sebagai area ritel, makanan, minuman , layanan, serta ruang kemitraan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dalam perencanaannya, akan dibangun ruang multifungsi serta tiga entre baru. Ketiganya, terdiri atas dua entre di sisi barat stasiun dan satu entre di sisi timur stasiun.
Dua entre di sisi barat akan dilengkapi tangga dan eskalator. Sedangkan satu entre di sisi timur akan dilengkapi elevator menuju area pejalan kaki di kedua sisi Jalan MH Thamrin.
Area tersebut nantinya juga dapat diakses melalui lift yang tersedia di Halte Transjakarta Bundaran HI. Keseluruhan pembangunan ditargetkan rampung pertengahan 2027. Ant/G-1
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Tambah Sekolah Swasta Gratis, Total Jadi 100 Sekolah di 2026
-
Jalan Daan Mogot di Jakarta Terendam Banjir
-
Akibat Blokade AS, Iran Diduga Kurangi Produksi Minyak
-
Mau Naik Kereta Murah? KAI Daop 2 Siapkan 4.040 Kursi dalam Promo 17 Agustus
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.