- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB Setujui Teks Tentang S...
PBB Setujui Teks Tentang Senjata Otonom Mematikan
Senin, 07 Sep 2026, 02:30 WIBJENEWA - Hampir 130 negara pada hari Sabtu (5/9) menyepakati sebuah teks yang mendefinisikan sistem senjata otonom mematikan (lethal autonomous weapons systems/LAWS) yang oleh para kritikus disebut "robot pembunuh", sebagai langkah pertama menuju pembicaraan tentang kemungkinan perjanjian internasional untuk mengatur sistem tersebut.
Sistem senjata otonom adalah platform militer yang menggunakan kecerdasan buatan dan robotika untuk secara mandiri mencari, memilih, dan menyerang target tanpa campur tangan manusia lebih lanjut.
Teks yang disepakati itu belum dipublikasikan, tetapi kelompok-kelompok kampanye yang mengikuti pembicaraan tersebut telah mengkritik negara-negara terkemuka karena dinilai lambat dalam menangani masalah ini.
Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, mengumumkan kesepakatan yang ditandatangani oleh 128 negara tersebut pada hari Sabtu. Belanda sendiri telah mengawasi jalannya perundingan terkait teks sistem senjata otonom tersebut.
Negara-negara sudah mengembangkan dan menggunakan senjata yang mampu memilih target dan menggunakan kekuatan terhadapnya tanpa campur tangan manusia. Namun, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa pengembangan dan penggunaan sistem senjata otonom yang tidak terkendali bisa menimbulkan tantangan hukum, etika, dan kemanusiaan yang serius.
ICRC dan beberapa kelompok kampanye telah menyerukan adanya aturan internasional yang mengikat secara hukum untuk membatasi dan mengatur penggunaan atas sistem senjata otonom.
Nicole van Rooijen, direktur eksekutif Stop Killer Robots, sebuah aliansi internasional dari kelompok-kelompok kampanye, menuduh Amerika Serikat (AS), Russia, dan sekutu mereka berupaya melemahkan teks yang telah disepakati.
Lex International, sebuah kelompok filantropi yang berbasis di Jenewa yang mendanai pekerjaan pada isu-isu kebijakan utama, juga mengkritik posisi beberapa negara.
âAmerika Serikat, Russia, India, dan Israel termasuk di antara penentang utama negosiasi,â kata Lex International. âPemerintah Brasil, Irlandia, dan Norwegia, memimpin upaya untuk memulai negosiasi tersebut pada bulan November,â imbuh kelompok filantropi itu.
Negara-negara anggota PBB akan memutuskan isu sistem senjata otonom mematikan pada pertemuan bulan November mengenai Konvensi tentang Senjata Konvensional Tertentu apakah  akan bergerak menuju perjanjian internasional yang mengatur senjata-senjata tersebut. AFP/I-1
- Jenewa
- bom nuklir
- senjata otonom
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
FIFA Umumkan Bola Baru untuk Semifinal dan Final Piala Dunia 2026
-
Polres Malang Tetapkan Empat Tersangka Pelaku Kekerasan Terhadap Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu
-
Iran-AS Akhiri Perundingan Nuklir Putaran Kedua
-
400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Akan Diperbaiki, BSPS 2026 Sudah Jalan 13,5%
-
Pesta Siaga Pramuka Jadi Sarana Tanamkan Disiplin Sejak Usia Dini di Banggai
-
"Moana" Melempem di Box Office, Ini Kata Dwayne Johnson
-
Penyerapan tenaga kerja pembangunan KNMP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.