Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Myanmar Temui Pemimpin Vietnam demi Amankan Sektor Militer

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 23:17 WIB | Oleh:
Presiden Myanmar Temui Pemimpin Vietnam demi Amankan Sektor Militer Doc: AFP/MYANMAR'S PRESIDENTIAL PRESS AND INFORMATION B
Ket. Presiden Myanmar Min Aung Hlaing (tengah) sedang bersalaman dengan para pejabat setelah tiba di Hanoi, Vietnam.

ISTANBUL - Pemerintah Vietnam dan Myanmar sepakat memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan dalam pembicaraan pemimpin kedua negara yang berlangsung di Hanoi, Sabtu (5/9).

Kedua negara akan memperluas kerja sama dalam pelatihan dan pertukaran perwira muda, serta operasi pencarian dan penyelamatan dan penanggulangan bencana, ungkap pernyataan resmi pemerintah Vietnam.

Presiden Vietnam To Lam dan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing juga sepakat untuk meningkatkan pertukaran informasi dan koordinasi dalam memberantas kejahatan lintas negara, perdagangan narkoba dan manusia, kejahatan berteknologi tinggi, serta penipuan daring.

Kedua pemimpin berjanji untuk tidak mengizinkan individu atau organisasi menggunakan wilayah satu negara untuk menentang negara lainnya, kata pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, To Lam menawarkan untuk membagikan pengalaman Vietnam dalam pembangunan ekonomi dan integrasi internasional, sementara Min Aung Hlaing berjanji memfasilitasi investasi Vietnam serta mendesak perluasan kerja sama di bidang pertanian, telekomunikasi, teknologi, energi, dan infrastruktur.

Kedua pemimpin tersebut juga sepakat untuk memperkuat pertukaran melalui mekanisme regional dan internasional, termasuk dalam kerangka kerja sama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan kerja sama subkawasan Mekong.

Para pemimpin Myanmar telah dikecualikan dari KTT Pemimpin ASEAN sejak tahun 2021, ketika pihak militer merebut kekuasaan di negara tersebut.

Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta militer dan menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021, memangku jabatan presiden dan menunjuk kabinet baru pada April.

Vietnam dan Myanmar menekankan pentingnya menjamin perdamaian, stabilitas, keamanan, serta kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut Tiongkok Selatan. Kedua belah pihak juga menyerukan agar sengketa diselesaikan secara damai sesuai dengan hukum internasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Luar Negeri
Tak Beri Ampun, Militer Som...
Luar Negeri
Singapura-Tiongkok Kompak G...
Advertisement
Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.