Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappenas Buka Suara soal Masa Depan Papua, Pemerataan Pembangunan Jadi Kunci

📅 Senin, 28 Sep 2026, 02:54 WIB | Oleh:
Bappenas Buka Suara soal Masa Depan Papua, Pemerataan Pembangunan Jadi Kunci Doc: Antara foto
Ket. Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris berbincang dengan beberapa kepala daerah di wilayah Papua Pegunungan.

WAMENA - Kementerian PPN/Bappenas mendorong pemerataan pembangunan di Tanah Papua untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor.

"Kami berharap pembangunan di Tanah Papua lebih merata sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusia yang dimulai dari sebuah perencanaan yang matang, terintegrasi dari pusat hingga daerah," kata Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu.

Abdul mengatakan pembangunan perlu dilakukan secara merata di seluruh Indonesia, terutama di Tanah Papua yang memiliki karakteristik dan kebutuhan pembangunan yang berbeda.

Ia menilai Papua Pegunungan sebagai provinsi yang relatif baru memerlukan penyederhanaan sistem regulasi dan perizinan di berbagai sektor untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, penyederhanaan tersebut juga diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang dapat mendukung percepatan pembangunan di Papua Pegunungan.

"Kami contohkan di daerah lainnya itu sudah berlebih regulasi dan sistem perizinannya kompleks maka agak ribet. Kami harap di Papua Pegunungan tidak demikian supaya percepatan pembangunannya cepat terwujud dengan adanya investor," ujarnya.

Abdul menjelaskan enam provinsi di Tanah Papua perlu memanfaatkan kekhususan melalui pelaksanaan otonomi khusus untuk meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua (OAP).

"Kami harap dengan daerah khusus seperti ini dapat memudahkan OAP dapat berusaha, bekerja, sekolah maupun investasi dari luar itu masuk," katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen pada 2025 dan diharapkan terus meningkat pada 2026. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6-7,5 persen pada 2027.

"Kami tentu berharap dari Kementerian PPN/Bappenas dengan terus bertumbuhnya ekonomi Indonesia maka dapat menekan angka kemiskinan di seluruh Indonesia termasuk di wilayah Papua," ujarnya.

Abdul juga menyoroti kondisi biaya hidup di Papua Pegunungan yang selama ini relatif tinggi. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui pemerataan pembangunan.

"Masyarakat di Pulau Jawa sedikit-sedikit ribut ketika bahan bakar minyak dan bahan pokok naik, tetapi masyarakat di sini Papua Pegunungan sudah biasa hidup dengan tingkat kemahalan," katanya.

Karena itu, ia berharap pemerataan pembangunan dapat semakin dirasakan masyarakat di wilayah timur Indonesia, termasuk melalui peningkatan peran pemerintah pusat dalam pembangunan di Tanah Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
HUT Ke-81 TNI Digelar Seder...

Banjir Rendam Bangkok

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Banjir Rendam Bangkok
Advertisement
India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.