Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes DKI: Paparan Abu Vulkanik Dapat Memicu Sesak Napas dan Memperburuk Asma

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes DKI: Paparan Abu Vulkanik Dapat Memicu Sesak Napas dan Memperburuk Asma Doc: ANTARA
Ket. Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta membagikan masker kepada warga yang berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau warga untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik yang dapat memicu batuk, sesak napas, serta memperburuk penyakit pernapasan, seperti asma.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan abu vulkanik mengandung partikel sangat halus yang dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit, sehingga warga diimbau untuk melindungi diri dari dampak abu yang terdeteksi mencapai wilayah Jakarta.

"Paparan abu vulkanik dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)," kata Ani dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (06/9).

Selain saluran pernapasan, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan mata perih, merah, dan terasa mengganjal serta menimbulkan gatal atau iritasi pada kulit.

Ani mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi abu meningkat, serta menutup rapat pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.

Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker KN95 atau N95 dan kacamata pelindung.

Setelah kembali ke rumah, warga disarankan mandi dan keramas, mengganti pakaian, serta mencuci pakaian yang terpapar abu secara terpisah.

Masyarakat yang membersihkan abu di rumah, kendaraan, atau lingkungan sekitar juga diminta menggunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup.

Ani mengingatkan warga tidak menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.

Menurut dia, abu sebaiknya dibasahi secukupnya sebelum dibersihkan, namun tidak disiram berlebihan karena dapat menggumpal dan menyumbat saluran air.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK, untuk lebih berhati-hati terhadap paparan abu vulkanik.

Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk yang semakin berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Lindungi diri, lindungi keluarga. Tetap waspada dan utamakan kesehatan selama kondisi abu vulkanik berlangsung," pungkas Ani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Nasional
Mentan Optimistis Ketahanan...
Advertisement
Maskapai Garuda Indonesia Hentikan Layanan Penerbangan hingga Senin Siang karena Erupsi Anak Krakatau

Maskapai Garuda Indonesia Hentikan Layanan Penerbangan hingga Senin Siang karena Erupsi Anak Krakatau

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.