Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Houthi Beri Ancaman Keras, Turki dan Pakistan Tak Perlu Ikut Campur Konflik Yaman-Saudi

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 16:12 WIB | Oleh:
Houthi Beri Ancaman Keras, Turki dan Pakistan Tak Perlu Ikut Campur Konflik Yaman-Saudi Doc: Pakistan Prime Minister Office
Ket. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (tengah), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah.

SANAA - Pemimpin Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan Turki dan Pakistan agar tidak terlibat dalam konfrontasi yang semakin meningkat antara kelompoknya dengan Arab Saudi.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan melalui saluran televisi al-Masirah yang dikelola Houthi, al-Houthi menuduh Arab Saudi mencari dukungan militer dari Turki dan Pakistan seiring meningkatnya konflik, di wilayah Yaman maupun di sepanjang perbatasan Arab Saudi-Yaman.

Dia mendesak kedua negara itu untuk tidak "terseret" dalam konflik demi kepentingan politik atau ekonomi dengan Riyadh.

Al-Houthi juga menuduh Arab Saudi berupaya membawa pejuang dari Suriah untuk terlibat dalam konflik, tanpa memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut.

Mengenai kemungkinan deeskalasi, pemimpin Houthi itu mengatakan kelompoknya tidak menuntut "syarat-syarat yang mustahil," seraya kembali menyerukan penghentian operasi militer Arab Saudi dan apa yang disebut Houthi sebagai blokade.

Dia menyerukan kepada para pendukungnya untuk mempertahankan mobilisasi dan terus memperkuat kemampuan militer serta keamanan kelompok tersebut di tengah meningkatnya konfrontasi.

Peringatan itu dilontarkan ketika konfrontasi Houthi-Arab Saudi semakin meluas melintasi perbatasan, dengan serangan udara Arab Saudi di Yaman dibalas dengan serangan rudal dan drone Houthi jauh ke dalam wilayah negara kerajaan tersebut.

Al-Houthi mengatakan pada Senin (21/9) bahwa Arab Saudi telah melancarkan 760 serangan udara sejak eskalasi terbaru dimulai.

Belum ada tanggapan dari Arab Saudi, Turki, maupun Pakistan atas pernyataan al-Houthi.

Ketiga negara tersebut menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah pada 7 Agustus di Kota Mekah, Arab Saudi, yang menetapkan bahwa setiap serangan terhadap satu dari ketiga negara penandatangan perjanjian itu akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Sabtu (19/9) pekan lalu mengatakan bahwa Turki akan menepati janjinya berdasarkan perjanjian itu dan dapat memberikan bantuan teknis kepada Arab Saudi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.