Jember Home Care Jadi Program dengan Kepuasan Tertinggi, 82,3 Persen Warga Minta Jangkauan Diperluas

Jumat, 04 Sep 2026, 00:00 WIB

JEMBER – Program Jember Home Care menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Jember yang mendapat tingkat kepuasan tinggi dari masyarakat. Berdasarkan survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), sebanyak 82,3 persen warga menyatakan puas terhadap program layanan kesehatan tersebut.

Direktur ARCI Nanang Haromain mengatakan, Jember Home Care menjadi salah satu program yang mendukung tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati Jember Gus Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.

Ket. Foto: Direktur ARCI Nanang Haromain mengatakan, program tersebut baru berjalan sekitar dua bulan. Karena itu, masyarakat masih memberikan ruang untuk dilakukan berbagai perbaikan dalam pelaksanaannya — Sumber: Istimewa

"Jember Home Care ini primadona baru. Responden sangat puas program Jember Home Care dan berharap Pemkab Jember terus melaksanakan program tersebut secara konsisten," kata Nanang saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Kamis (3/9).

Menurut Nanang, masyarakat juga berharap cakupan layanan Jember Home Care diperluas sehingga dapat menjangkau warga di wilayah pelosok.

"Selain itu warga berharap jangkauan Jember Home Care semakin luas hingga pelosok-pelosok dan bisa melayani semaksimal mungkin," ujarnya.

Program tersebut baru berjalan sekitar dua bulan. Karena itu, kata Nanang, masyarakat masih memberikan ruang untuk dilakukan berbagai perbaikan dalam pelaksanaannya.

Tingkat kepuasan tinggi juga terlihat pada program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas Jember. Sebanyak 81,5 persen responden menyatakan puas terhadap program tersebut.

"Program ini dinilai berhasil oleh warga, dan membantu warga utamanya warga Jember dalam mengakses kesehatan gratis di fasilitas kesehatan (faskes)," katanya.

Masyarakat, lanjut Nanang, berharap kualitas layanan UHC Prioritas Jember terus ditingkatkan. Warga juga menginginkan pelayanan yang maksimal bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Jember.

Program lain yang mendapat respons positif adalah kanal pengaduan Wadul Gus'e. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program tersebut mencapai 79,8 persen.

"Warga ingin Gus Fawait terus berinteraksi dengan warga baik secara langsung maupun melalui sosial media," ujar Nanang.

Ia mengatakan masyarakat menilai sejumlah laporan yang disampaikan melalui Wadul Gus'e mendapat respons cepat dari Pemkab Jember. Warga juga berharap frekuensi interaksi langsung kepala daerah dengan masyarakat ditambah.

Sementara itu, program Beasiswa Bupati Jember "Cinta Bergema" memperoleh tingkat kepuasan 78,1 persen.

"Harapan warga konsisten dijalankan, dan jangkauan penerima manfaat bisa ditambah karena masih banyak warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan," kata Nanang.

Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) juga memperoleh tingkat kepuasan cukup tinggi, yakni 77,9 persen.

"Warga puas karena merasa dekat dengan kepala daerahnya. Namun intensitasnya perlu ditambah lagi, karena wilayah Jember luas sekali, banyak wilayah-wilayah pelosok yang perlu dikunjungi," ujarnya.

Untuk program Mlijo Cinta dan Gerobak Cinta, Nanang mengatakan masyarakat berharap realisasinya dapat diperkuat.

Secara umum, survei ARCI mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati Jember Gus Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto mencapai 80,7 persen.

"Hasilnya 80,7 persen warga puas atas kinerja Gus Fawait-Djoko Susanto memimpin Jember," kata Nanang.

Survei tersebut dilakukan pada 18-28 Agustus 2026 dengan melibatkan 800 responden. Survei menggunakan metode stratified random sampling, dengan margin of error 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

ARCI menyebut survei tersebut didanai secara mandiri.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.