107 Pelajar Papua Barat Bersaing Rebut Tiket FLS3N Nasional

Jumat, 04 Sep 2026, 00:31 WIB

Manokwari - Sebanyak 107 pelajar jenjang SMA/SMK/MA dari enam kabupaten di Provinsi Papua Barat bersaing memperebutkan tiket ke level nasional untuk mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026.

Sekretaris Dinas Pendidikan Papua Barat Sudjanti Kamat di Manokwari, Kamis, mengatakan seratusan peserta yang mengikuti ajang FLS3N 2026 tingkat provinsi telah memenuhi syarat berdasarkan hasil seleksi.

Ket. Foto: Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Sudjanti Kamat menyematkan tanda peserta kepada perwakilan siswa pada pembukaan FLS3N 2026 tingkat provinsi yang diselenggarakan di Manokwari, Kamis (3/9). — Sumber: Antara

"Mereka (peserta) sebelumnya sudah mengikuti FLS3N tingkat kabupaten dan dinyatakan lolos ke provinsi. Nanti kalau lolos provinsi, mereka lanjut ke tingkat nasional," ujar Sudjanti.

Dia menjelaskan bahwa enam kabupaten yang mengirimkan peserta meliputi, Manokwari empat sekolah, Fakfak tiga sekolah, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, dan Pegunungan Arfak masing-masing satu sekolah.

Pelaksanaan FLS3N selama tiga hari (3-5 September 2026) di Manokwari bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang bagi pelajar mengekspresikan kreativitas, pengembangan bakat, memperkuat karakter, dan percaya diri.

"Melalui seni dan sastra, anak-anak belajar mengenal keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa dan negara," ucap Sudjanti.

Menurut dia, Papua Barat memiliki kekayaan budaya, seni, bahasa daerah, dan kearifan lokal yang harus dipelajari oleh generasi muda agar dapat dilestarikan hingga masa mendatang, terutama di tengah arus modernisasi.

Pelaksanaan kegiatan FLS3N merupakan salah satu upaya pemerintah membentuk karakter siswa yang semakin inovatif, berdaya saing, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat.

"Saya berharap FLS3N tahun ini tidak hanya melahirkan siswa berprestasi dari Papua Barat, tetapi generasi yang mampu pertahankan kearifan lokal," ujarnya.

Dia mengingatkan agar seluruh peserta mengoptimalkan kemampuan dalam menghasilkan karya seni dan sastra namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, sportivitas, dan semangat juang.

Pemerintah provinsi mengapresiasi peran serta 11 sekolah dan guru pendamping dari enam kabupaten di wilayah Papua Barat yang senantiasa memberikan bimbingan kepada siswa untuk mengikuti ajang FLS3N 2026.

"Kemenangan sesungguhnya bukan soal piala atau medali, tapi bagaimana siswa bisa menghasilkan karya, menerima hasil dengan lapang dada, dan terus belajar," ucap Sudjanti.

Adapun jenis perlombaan FLS3N 2026 jenjang SMA/SMK/MA meliputi, cipta lagu, baca puisi, musik tradisi, solo putra, solo putri, solo gitar, monolog, tari kreasi, cerita pendek, cipta puisi, feature jurnalistik, desain poster, dan film pendek.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.