Edin Dzeko Pensiun dari Timnas Bosnia Setelah Laga UNL Kontra Swedia

Jumat, 04 Sep 2026, 00:05 WIB

SARAJEVO – Kapten tim nasional Bosnia dan Herzegovina, Edin Dzeko, memastikan dirinya akan mengakhiri perjalanan bersama timnas setelah pertandingan UEFA Nations League melawan Swedia pada bulan Oktober mendatang.

Dzeko, yang kini bermain untuk Schalke di Bundesliga Jerman, genap berusia 40 tahun pada Maret lalu. Setelah hampir dua dekade membela negaranya, penyerang veteran tersebut merasa waktunya telah tiba untuk mengakhiri karier internasional.

Ket. Foto: Edin Dzeko. — Sumber: FIFA

“Sekarang saya merasa waktunya telah tiba untuk menepi,” kata Dzeko melalui media sosial.

“Jika saya bisa mencapai usia 40 tahun bersama tim nasional, itu karena saya benar-benar memberikan segala yang saya miliki. Setiap saat. Segalanya.”

Dzeko selama ini dikenal publik Bosnia dengan julukan ‘Dijamant’, yang berarti “berlian” dalam bahasa Bosnia. Julukan tersebut menggambarkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbesar dalam sejarah negara Balkan tersebut.

“Tidak ada satu pun hal dalam karier saya yang bisa dibandingkan dengan kebanggaan yang saya rasakan setiap kali mengenakan seragam ini. Tidak ada,” ujar Dzeko.

Dzeko dipercaya sebagai kapten Bosnia sejak 2014. Selama 19 tahun membela timnas, ia menjelma menjadi simbol sepak bola negaranya sekaligus pemegang berbagai rekor penting.

Sejak menjalani debut internasional melawan Turki pada Juni 2007, Dzeko telah mencatatkan 151 penampilan dan 73 gol. Jumlah tersebut membuatnya menjadi pemain dengan caps terbanyak sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Bosnia dan Herzegovina.

Laga melawan Swedia pada 2 Oktober akan menjadi panggung perpisahan Dzeko bersama timnas. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Zenica, kota yang menjadi salah satu pusat sepak bola Bosnia.

Dzeko pun meminta para pendukung Bosnia memenuhi stadion untuk memberikan salam perpisahan kepadanya.

“Untuk saat ini, saya hanya berharap kalian semua berada di sana malam itu melawan Swedia, sehingga kita bisa berbagi satu emosi lagi,” tulis Dzeko.

“Karena setiap momen luar biasa ini adalah sesuatu yang kita jalani bersama.”

Ia ingin mengakhiri karier internasionalnya dengan cara yang paling bermakna: bersama para pendukung yang selama ini menemani perjalanan panjangnya.

“Begitulah saya ingin menjalani malam terakhir saya mewakili negara ini: bersama kalian semua di sisi saya, mengenakan seragam yang saya cintai sejak masih kecil dan seragam yang akan saya cintai sepanjang hidup,” tulisnya.

Dzeko masih menjadi bagian penting dari sepak bola Bosnia meski usianya telah menginjak kepala empat. Pada Agustus lalu, ia memperpanjang kontraknya bersama Schalke selama satu tahun.

Dzeko membantu klub tersebut kembali ke Bundesliga musim lalu setelah tiga tahun berkompetisi di kasta kedua Jerman. Ia sebelumnya bergabung dengan Schalke pada Januari melalui status bebas transfer dari Fiorentina.

Sepanjang karier klubnya, Dzeko pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa, termasuk Wolfsburg, Manchester City, AS Roma, Inter Milan dan Fenerbahce.

Karier profesionalnya bermula di klub Bosnia, Zeljeznicar, sebelum ia melanjutkan perjalanan ke Jerman dan kemudian menjelma sebagai salah satu striker paling produktif di Eropa.

Bersama Manchester City, Dzeko menjadi bagian dari generasi yang mengakhiri penantian panjang klub untuk meraih gelar Liga Inggris. Ia juga menikmati kesuksesan di Italia bersama AS Roma dan Inter Milan.

Di level internasional, salah satu pencapaian terbesar Dzeko adalah membawa Bosnia tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil, yang menjadi penampilan perdana negara tersebut di putaran final Piala Dunia.

Dzeko juga memimpin Bosnia pada Piala Dunia terbaru di Amerika Utara. Namun, perjalanan mereka terhenti setelah disingkirkan tuan rumah Amerika Serikat pada babak 32 besar.

Bosnia dijadwalkan menghadapi Polandia, Rumania dan Swedia dalam rangkaian pertandingan Nations League pada akhir September hingga awal Oktober. Laga kontra Swedia pada 2 Oktober sekaligus akan menjadi kesempatan terakhir publik Bosnia menyaksikan sang kapten mengenakan seragam negaranya.

Setelah 151 pertandingan dan 73 gol, perjalanan Dijamant bersama Bosnia akhirnya memasuki bab terakhir.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.