Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Sinabung Erupsi! Bagaimana Nasib Penerbangan di Kualanamu? Ini Jawaban Kemenhub

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 05:27 WIB | Oleh:
Gunung Sinabung Erupsi! Bagaimana Nasib Penerbangan di Kualanamu? Ini Jawaban Kemenhub Doc: Antara foto/HO-Kemenhub
Ket. Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

BAUBAU - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memastikan operasional penerbangan Bandara Internasional Kualanamu kembali berjalan normal usai erupsi Gunung Sinabung Provinsi Sumatera Utara, seiring tidak ditemukan abu vulkanik di bandara tersebut.

"Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu berjalan normal," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan terkonfirmasi dari Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Kamis.

Dia menyampaikan hasil pemantauan pada Rabu (2/9) pukul 16.00 WIB, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditemukan abu vulkanik pada kertas uji.

"Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB," ujar Lukman.

Meski begitu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan, khususnya di Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Lukman menjelaskan berdasarkan SIGMET (Significant Meteorological Information) yang bersumber dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada tanggal 2 September 2026 terpantau aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan sebaran awan abu vulkanik yang teramati hingga ketinggian 14.000 kaki.

"Bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot, dengan intensitas yang diprakirakan tetap atau tidak mengalami perubahan signifikan," jelasnya.

Informasi SIGMET tersebut berlaku pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB tanggal 2 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan keselamatan penerbangan, khususnya terhadap kemungkinan perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat mempengaruhi pola pergerakan abu vulkanik serta berpotensi berdampak terhadap jalur penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperoleh informasi perkembangan aktivitas gunung berapi antara lain dari VAAC Darwin dan Forecaster Stasiun Meteorologi yang selanjutnya menjadi bahan dalam koordinasi dan pengambilan langkah mitigasi bersama penyelenggara bandar udara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan hasil pemantauan, pada tanggal 1 September 2026 terdeteksi adanya abu vulkanik tipis pada area parkir pesawat di Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Sebagai langkah antisipasi operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu sempat dilakukan penutupan pada hari Selasa (1/9) berdasarkan NOTAM A3250/26.

Operasional bandar udara kembali dibuka berdasarkan NOTAM A3254/26 NOTAM A3251/26, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan kondisi aerodrome dan perkembangan informasi abu vulkanik.

Dampak dari penutupan Bandar Udara pada Selasa, (1/9) yakni terdapat 45 penerbangan yang mengalami pembatalan penerbangan dan 6 penerbangan mengalami penjadwalan ulang.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan pergerakan abu vulkaniknya terus kami pantau secara berkala," tegas Lukman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.