Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Soroti Ketimpangan: Ekonomi RI Besar, Manfaatnya Belum Merata

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Soroti Ketimpangan: Ekonomi RI Besar, Manfaatnya Belum Merata Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jiexpo, Jakarta, Kamis (22/10).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti belum meratanya manfaat kekayaan ekonomi Indonesia kepada masyarakat, meskipun Indonesia menempati peringkat ketujuh ekonomi terbesar dunia berdasarkan paritas daya beli atau Purchasing Power Parity (PPP), merujuk pada data Dana Moneter Internasional (IMF).

Presiden Prabowo mengatakan posisi Indonesia dalam peringkat ekonomi global tersebut seharusnya menjadi modal untuk memperkuat kepercayaan diri nasional. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan kekayaan negara dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan.

"Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia dari PPP, Purchasing Power Parity. Berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara, Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia. Kita adalah ekonomi terbesar yang ketujuh di dunia. Kita kuat," kata Prabowo dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jakarta, Kamis (21/10).

Peringkat tersebut merujuk pada ukuran produk domestik bruto (PDB) yang disesuaikan dengan perbedaan tingkat harga antarnegara. Berdasarkan proyeksi IMF untuk 2026 dalam laporan World Economic Outlook Oktober 2026, nilai ekonomi Indonesia berdasarkan PPP diperkirakan mencapai sekitar 5,48 triliun dolar internasional.

Meski demikian, Prabowo menegaskan besarnya ukuran ekonomi nasional belum otomatis menjamin kesejahteraan dirasakan secara merata oleh seluruh penduduk.

"Kita kuat dan kita kaya. Tapi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita kelola itu supaya bisa dirasakan langsung oleh rakyat kita yang paling memerlukan. Ini tantangan kita," ujarnya.

Ia menilai manfaat ekonomi selama ini masih terkonsentrasi pada sebagian kecil kelompok masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu melakukan koreksi terhadap arah kebijakan ekonomi agar pengelolaan kekayaan nasional lebih sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Selama ini, kita harus berani koreksi diri. Selama ini filosofi ekonomi kita tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," katanya.

Presiden Prabowo bahkan menyebut manfaat ekonomi selama ini dinikmati oleh kurang dari satu persen kelompok masyarakat di lapisan atas. Sementara itu, menurut dia, masih terdapat puluhan juta penduduk yang membutuhkan peningkatan taraf hidup.

Ia menegaskan pemerintah berupaya memperbaiki kondisi tersebut dengan mengembalikan arah kebijakan ekonomi pada prinsip-prinsip konstitusi. Namun, Prabowo mengakui perubahan dalam pengelolaan ekonomi nasional membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.