Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaki Wajib Tahu, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Total Mulai 6 September

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Pendaki Wajib Tahu, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Total Mulai 6 September Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
Ket. Kondisi Gunung Ciremai di Kuningan, Jawa Barat.

KUNINGAN - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) resmi menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, mulai 6 September 2026, Rabu (2/9).

Kebijakan tegas ini diambil guna meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjamin keselamatan para pengunjung di tengah puncak musim kemarau.

Kepala Balai TNGC Toni Anwar di Kuningan, Rabu, mengatakan penutupan aktivitas wisata pendakian tersebut diberlakukan sampai kondisi risiko kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai dinyatakan aman.

Ia menekankan, kebijakan tersebut, diambil untuk menekan potensi karhutla sekaligus menjaga kelestarian ekosistem dan keselamatan pengunjung.

"Penutupan sementara dilakukan untuk meminimalkan risiko karhutla akibat dampak musim kemarau," katanya.

Menurut dia, penutupan seluruh jalur pendakian tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026.

Surat edaran tersebut, kata dia, mengatur penutupan sementara dan pembukaan secara terbatas wisata pendakian gunung di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan.

Kebijakan Balai TNGC juga sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 116/KH.02.04.03/ASDA EKBANG tertanggal 30 Agustus 2026, mengenai larangan pendakian gunung dan hutan selama musim kemarau.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat, calon pendaki, mitra pengelola serta pengunjung untuk mematuhi ketentuan penutupan sementara ini," ujarnya.

Selain menutup jalur pendakian, pihaknya menghentikan sementara layanan pemesanan daring wisata pendakian Gunung Ciremai mulai 1 September 2026.

Sementara itu, lanjut dia, pemesanan yang telah dilakukan dan dibayar sebelum 6 September 2026 akan ditindaklanjuti oleh admin melalui mekanisme penjadwalan ulang atau penyesuaian lainnya.

"Pemesanan yang sudah dibayar sebelum tanggal penutupan akan diatur lebih lanjut oleh admin, baik untuk reschedule maupun penyesuaian," katanya.

Toni juga meminta masyarakat dan pengunjung meningkatkan kewaspadaan, dengan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api di kawasan Gunung Ciremai selama musim kemarau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.