Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 13:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Untuk bahan baku, industri juga menghadapi perubahan pola pasokan global. Gangguan dari sumber pasokan tradisional membuat perusahaan harus mencari alternatif, dengan konsekuensi biaya dan waktu pengiriman yang lebih panjang.

"Jadi memang sumber bahan baku dari Middle East sudah mulai susah, sudah macet, sehingga harus mencari alternatif sumber bahan baku di tempat lain. Nah sudah dapat dari tempat lain, tapi dengan harga yang lebih sedikit premium. Nah itu sudah ada. Kemudian yang kedua juga masalah waktunya, sehingga kalau dulu kan sebulan sudah bisa sampai, kalau ini kan bisa butuh waktu 60 hari sehingga kan mau nggak mau yang di perjalanan makin banyak sehingga modal kerjanya makin nambah," paparnya.

Di tengah tekanan tersebut, terdapat peluang penggunaan LPG sebagai alternatif Naphtha pada periode tertentu ketika harga LPG lebih kompetitif. Kondisi ini dapat menjadi salah satu ruang bagi industri untuk menjaga efisiensi biaya produksi, meski keuntungannya akan sangat bergantung pada pergerakan harga energi.

Fajar juga menilai kebijakan pemerintah menjadi faktor krusial dalam menjaga momentum pemulihan. Kecepatan pemerintah dalam merespons perubahan pasar dinilai penting agar kebijakan tidak terlambat ketika kondisi industri sudah telanjur melemah.

"Jadi ini pemerintah juga harus pandai-pandai mengatur strategi bagaimana perlindungan industri dalam negeri ini, apa itu kecepatan pengambilan keputusannya itu benar-benar sesuai dengan kondisi pasar. Kalau tidak ya nanti pas saat kasih aturan, pas lagi nggak efektif," tegasnya.

Sejumlah sektor lain juga memiliki peran dalam mengangkat permintaan industri. Pertambangan, tekstil, makanan dan minuman, infrastruktur, hingga otomotif dapat menjadi penggerak yang saling berkaitan dalam proses pemulihan manufaktur.

Di sektor otomotif, perkembangan kendaraan listrik juga dinilai bisa membuka peluang baru bagi industri manufaktur dan pemasok komponen lokal. Produksi yang semakin banyak dilakukan di dalam negeri diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga memperluas permintaan terhadap bahan baku dan komponen dari industri nasional.

"Kemudian di otomotif kita berharap mobil listrik segera diproduksi dalam negeri sehingga komponen-komponennya bisa menggunakan supplier lokal dan bahan bakunya bahan baku lokal," kata Fajar.

Untuk industri petrokimia sendiri, kondisi saat ini belum dapat disebut sepenuhnya pulih. Pelaku usaha masih membutuhkan kepastian pasar, pasokan bahan baku, serta kebijakan yang mampu mencegah tekanan eksternal kembali menghantam industri domestik.

"Artinya sudah, sudah keluar dari ICU tapi masih belum recover dengan benar. Jadi kalau tipes meskipun sudah keluar dari ICU, kalau salah penanganan masuk ICU lagi, jangan sampai gitu. Belum, belum rawat jalan, ini masih di rumah sakit tapi udah keluar dari ICU," pungkas Fajar.

Fajar menegaskan fase pemulihan justru menjadi periode yang paling membutuhkan perhatian karena industri belum memiliki ruang yang cukup besar untuk menanggung guncangan baru.

"Untuk industri petrokimia di masa-masa recovery ini harus benar-benar masa-masa yang sensitif. Kalau nanti ada kesenggol sedikit saja bisa masuk ICU lagi, nah itu yang jangan sampai lah," tegas Fajar.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
04 Sep 2026, 09:50 WIB.

Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan realistis bahwa masalah struktural industri plastik dari hulu ke hilir tidak bisa diatasi dengan sekadar optimasi operasional semata, melainkan butuh intervensi kebijakan nyata dari pemerintah untuk menahan laju masuknya produk luar demi mengamankan ekosistem bisnis lokal di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.