Hanung Bramantyo Kepincut Bangunan Heritage Madiun, Bidik Jadi Lokasi Syuting dan Bantu Dongkrak Sektor Ekraf Daerah
Selasa, 01 Sep 2026, 20:49 WIBMADIUN, JAWA TIMURÂ - Sutradara Hanung Bramantyo menyatakan kekagumannya terhadap sejumlah bangunan heritage di Kota Madiun, Jawa Timur yang ditetapkan sebagai cagar budaya dan berencana menjadikan Madiun sebagai lokasi syuting untuk proyek filmnya.
Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menyambut baik keinginan Sutradara Hanung untuk menjadikan Kota Madiun sebagai lokasi syuting. Bahkan, suami Zaskia Adya Mecca itu sudah meninjau sejumlah lokasi bangunan tua di Kota Madiun, di antaranya Balai Kota Madiun, Rumah Tahanan Militer (RTM), bangunan Bosbow, dan simpang empat Tugu.
"Tentunya ini akan semakin membantu Kota Madiun yang sekarang lagi fokus untuk meningkatkan sektor ekonomi kreatif, yang salah satu sub-sektornya adalah film," ujar Plt Wali Kota Bagus Panuntun di Madiun, Selasa (1/9).
Menurutnya, Pemerintah Kota Madiun siap membuka komunikasi kembali ke depan, baik secara langsung maupun tak langsung, khususnya terkait dukungan yang dibutuhkan demi suksesnya pembuatan film tersebut. Seperti terkait perizinan atau komunikasi dengan pihak-pihak terkait yang mungkin butuh bantuan dari pemerintah.
"Nanti masih dikomunikasikan lagi dengan teman-teman Disbudparpora. Bagaimana nanti konsep dan lainnya tentu perlu kita persiapkan juga," katanya.
Sementara itu, saat berada di Kota Madiun, Hanung bersama tim menyempatkan untuk berkeliling melihat sejumlah bangunan bersejarah, di antaranya Balai Kota Madiun.
"Saya melihat kota ini kota yang bagus dengan bangunan heritage yang masih dilestarikan juga. Kota Madiun secara sejarah juga cukup dikenal. Makanya, saya pingin banget, kepikiran untuk syuting di sini," kata Hanung.
Meski sudah mendapat dukungan dari Plt Wali Kota, Hanung mengaku pembuatan film masih dilakukan pada tahun depan, yakni di sekitar Juni-Juli 2027. Hal itu karena membuat film memang membutuhkan perencanaan dan persiapan sejak jauh hari, termasuk rencana filmnya di Kota Madiun nanti.
"Untuk sementara dua tempat, yakni RTM dan Bosbow, namun belum mengeskplore yang lain. Insya Allah Juni-Juli tahun depan, ini kita persiapan dari sekarang," katanya.
Sesuai sejarah dari berbagai informasi, Bosbow dulunya adalah Sekolah Kehutanan Menengah Atas atau Middlebare Boschbouw School (MBS) di Madiun yang didirikan oleh J.H. Becking, pimpinan Jawatan Kehutanan waktu itu pada 26 Agustus 1939.
Pendirian sekolah kehutanan (Bosbow) dikarenakan Madiun sebagai daerah yang berada di tengah-tengah kawasan hutan produksi jati di Jawa Timur. Namun, pada masa penjajahan Jepang, MBS ditutup.
Kompleks bangunan itu hingga kini masih berdiri kokoh di Jalan Diponegoro Kelurahan Oro Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Sebagian bangunannya digunakan sebagai mess Korem 081/DSJ.
Sedangkan Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan A. Yani Madiun merupakan milik Corps Polisi Militer (CPM) Madiun. Sesuai sejarah, Penjara CPM dibangun pada masa kolonial Belanda. Bangunan seluas 3.800 meter persegi tersebut seluruhnya ada 37 kamar yang dapat menampung 287 tahanan.
Sejak dibangun, RTM selalu digunakan untuk penjara, baik pada zaman kolonial Belanda, Jepang hingga kemerdekaan. Ant
- Ekonomi Kreatif
- Heritage Madiun,
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pesawat Tempur Siluman F-35B Jatuh di California, Pilot Berhasil Melontarkan Diri
-
Tourism Malaysia Luncurkan Kampanye Visit Malaysia 2026 melalui Jaringan KAI Commuter di Jabodetabek
-
Jakarta IP Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong IP Lokal Tembus Global
-
Rapat Berkala KSSK III 2026, Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Tetap Terjaga
-
Penyerang Timnas Baker: Peluang Indonesia Masih Terbuka Jika Kalahkan Singapura
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.