Pulihkan Perekonomian Aceh Tamiang Pascabencana, Kemenekraf Aktifkan Ruang Kreatif Masyarakat

Sabtu, 12 Sep 2026, 11:08 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengaktifkan kembali ruang-ruang publik yang sempat terdampak banjir, sebagai wadah aktivasi kreatif untuk membangkitkan kembali produktivitas dan resiliensi para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemberdayaan ekonomi pascabencana, merupakan wujud nyata implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026, untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif agar dapat kembali bergerak dan tumbuh lebih besar.

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, hadir dalam penyelenggaraan program Ekraf Peduli ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ berupa ‘Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi’ di Aula Sekretariat Daerah Aceh Tamiang, pada Jumat (11/9). — Sumber: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif.

“Kami hadir dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana, amanah yang diberikan kepada kami hari ini adalah bagaimana mendorong ekosistem ekonomi kreatif agar dapat kembali bergerak dan tumbuh lebih besar. Fokus utamanya adalah bagaimana masyarakat tetap bisa berdaya di tengah kondisi pascabencana ini,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Sabtu.

Dukungan nyata tersebut diwujudkan melalui lokakarya 'Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih’ di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.

Program itu merupakan bagian dari rangkaian program Ekraf Peduli 'Pulih Bersama, Bangkit Berdaya' berupa pelatihan dan sertifikasi kompetensi dalam memulihkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di wilayah terdampak.

Melalui metode workshop, para peserta mendapatkan pembekalan praktis secara intensif mengenai mitigasi risiko dan ketahanan usaha, hingga strategi promosi digital.

Rangkaian sesi edukasi itu dipandu Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Samudra selaku tenaga ahli kebencanaan, Furqan Ishak Aksa, serta praktisi spesialis media digital, Hardian Lutfi Silitonga.

Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari pengusaha lokal, penggerak komunitas, hingga perintis usaha baru berusia 18–45 tahun, antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Riefky mengatakan pemulihan pascabencana tidak sekadar memperjelas perbaikan fisik semata, melainkan juga berfokus pada penguatan fondasi ekonomi kreatif masyarakat daerah. Sektor ekraf dinilai dapat menjadi solusi nyata untuk menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Sebagai mesin baru pertumbuhan nasional, sektor ekraf telah memberikan kontribusi PDB sebesar 7,3 persen, sehingga bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi Aceh Tamiang," ujar Teuku Riefky.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi berharap peningkatan keahlian (up skilling) yang dijalani para peserta, dapat membangkitkan produktivitas Aceh Tamiang yang terdampak paling parah dimana terdapat 103 kantor dan jalan desa hancur.

Menurutnya melalui sektor ekonomi kreatif para peserta dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang siginifikan dengan konten yang positif

Pelaksanaan pelatihan luring itu berlangsung 11-12 September 2026, terbagi ke dalam dua gelombang terpisah.

Hasil akhir yang diharapkan dari program itu adalah terciptanya ketahanan bisnis lokal pascabencana serta peningkatan kemampuan adaptasi digital bagi para penggiat usaha. Selain itu, jejaring antarpelaku ekonomi kreatif diharapkan semakin solid untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi kawasan secara berkelanjutan. Ant

  • Kemenekraf
  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.