Wagub Rano Karno Tantang Sutradara Muda Bikin Teater 500 Tahun Jakarta

Minggu, 30 Agu 2026, 22:35 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas ruang ekspresi seni dan budaya bagi generasi muda sebagai bagian dari pembentukan karakter. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri Drama Musikal Tari Putri Lopian "Bunga Belantara Dairi" di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (30/8).

Seni Jadi Ruang Belajar Generasi Muda

Rano menilai pertunjukan seni tidak hanya menjadi ajang menunjukkan kemampuan di atas panggung, tetapi juga proses pembelajaran bagi anak-anak. Melalui latihan dan pementasan, generasi muda dapat belajar mengenai disiplin, kerja sama, keberanian, sekaligus menyalurkan kreativitas.

Ket. Foto: Pemprov DKI Jakarta terus memperluas ruang ekspresi seni dan budaya bagi generasi muda sebagai bagian dari pembentukan karakter. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri Drama Musikal Tari Putri Lopian "Bunga Belantara Dairi" di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (30/8). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Hari ini kita menyaksikan bagaimana anak-anak tampil dengan penuh keberanian dan kreativitas melalui Drama Musikal Tari Putri Lopian 'Bunga Belantara Dairi'," ujar Rano. Ia menilai proses di balik pementasan justru menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri dan karakter peserta.

Menurut Rano, seni pertunjukan juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan sejarah serta nilai kepahlawanan Nusantara kepada generasi muda. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Jakarta dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa.

Kisah Pahlawan Daerah Naik ke Panggung Modern

Rano mengapresiasi Sekolah Seni Yonif yang berani mengangkat kisah Putri Lopian Sinambela dan tokoh sejarah Sisingamangaraja melalui format teater modern. Menurutnya, membawa cerita dari masa lalu ke panggung yang dekat dengan generasi saat ini bukanlah pekerjaan mudah.

"Tidak mudah bagi anak-anak memainkan tokoh sejarah yang berasal dari masa yang berbeda dengan mereka, seperti Sisingamangaraja," ungkap Rano. Ia mengaku bangga karena sanggar tersebut menghadirkan kisah nasionalisme dan perjuangan pahlawan daerah dalam bentuk pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Pementasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan sejarah dengan cara yang lebih kreatif. Cerita mengenai tokoh dan perjuangan masa lalu dapat dikemas melalui tari, teater, serta musik sehingga lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Tantangan Teater Bertema 500 Tahun Jakarta

Dalam kesempatan itu, Rano memberikan tantangan kepada sutradara muda dan sanggar seni untuk membuat pertunjukan yang mengangkat perjalanan sejarah Jakarta. Tantangan tersebut diberikan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta yang akan berlangsung pada 2027.

"Saya memberikan tantangan kepada sutradara muda dan sanggar ini untuk membuat teater bertema 500 tahun Jakarta pada 2027 dengan menggali berbagai peristiwa sejarah penting, seperti peristiwa tahun 1740 (Geger Pecinan)," jelas Rano. Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta siap membantu pembiayaan dan mendukung agar pertunjukan tersebut dapat kembali dipentaskan di panggung TIM.

Dukungan terhadap produksi pertunjukan sejarah itu diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pekerja seni muda untuk berkarya. Selain menjadi tontonan, teater sejarah juga dapat menjadi medium edukasi yang memperkenalkan perjalanan panjang Jakarta kepada masyarakat.

Pemprov DKI Perkuat Ekosistem Seni

Pemprov DKI Jakarta juga berencana memperkuat ruang ekspresi dan kolaborasi melalui berbagai program kebudayaan, termasuk Taman Ismail Marzuki dan Jakarta Penuh Warna. Sejumlah fasilitas di kawasan TIM yang belum dimanfaatkan secara optimal akan diarahkan untuk mendukung kegiatan seni dan budaya.

Ruang-ruang tersebut nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tempat latihan sanggar hingga fasilitas bioskop. Pemanfaatan fasilitas secara lebih maksimal diharapkan turut memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan perfilman di Jakarta.

Sekolah Seni Yonif Gratis untuk Anak Muda

Kepala Sekolah Seni Yonif sekaligus Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan SSY berkomitmen mengembangkan kecakapan hidup generasi muda melalui kegiatan seni. Program tersebut mencakup seni tari, teater, dan vokal yang diberikan secara gratis kepada para peserta.

"Melalui kisah Putri Lopian Sinambela, kami menanamkan nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan kepada lebih dari 60 anak yang tampil secara profesional di panggung teater sesungguhnya," ujar Marulina. Ia menegaskan SSY juga akan terus mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan menyambut 500 tahun Jakarta.

Pementasan Putri Lopian "Bunga Belantara Dairi" menjadi contoh bagaimana ruang seni dapat dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenalkan nilai sejarah kepada anak-anak. Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak karya seni yang lahir dari generasi muda dan mampu memperkuat identitas budaya Jakarta sebagai kota global.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.