Hari Perdamaian Internasional, Kowani Ungkap Peran Penting Perempuan untuk Ciptakan Dunia Damai

Selasa, 22 Sep 2026, 03:18 WIB

JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mendorong peran perempuan untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan yang damai.

"Kowani memandang perempuan mempunyai kedudukan penting sebagai pendidik pertama, penjaga nilai kemanusiaan, perawat kehidupan, penggerak keluarga, pemimpin masyarakat, sekaligus pembangun perdamaian," kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto, di Jakarta, Senin (21/9) malam.

Ket. Foto: Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto (tengah) di sela kegiatan Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (21/9) malam. — Sumber: Antara foto/HO-Kowani

Hal itu dikatakannya saat menggelar Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (21/9) malam, dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional.

Menurut dia, perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

"Perempuan memiliki posisi strategis karena berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penjaga nilai kemanusiaan," katanya pula.

Dia menegaskan, peran tersebut semakin penting di tengah masih terjadinya kekerasan terhadap perempuan, persoalan dalam keluarga, serta maraknya konten di ruang digital yang kurang mendidik.

Pihaknya pun terus mendorong perempuan agar menjadi agen perdamaian yang mampu mencegah kekerasan, membangun dialog, merawat persaudaraan, dan memperkuat ketahanan keluarga.

"Peran Kowani sebagai dirigen atau koordinator organisasi-organisasi perempuan tentu menjadikan kami sebagai agen perdamaian. Kami berupaya mencegah kekerasan, membangun dialog untuk merawat persaudaraan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menanamkan nilai persatuan kepada generasi penerus," kata Nannie Hadi Tjahjanto.

Kegiatan "Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia" tersebut, juga diisi dengan doa lintas agama untuk mendoakan perdamaian dunia dan Indonesia.

Ia menegaskan doa lintas agama dalam kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan untuk memperkuat persaudaraan dan semangat kemanusiaan, tanpa mengesampingkan tata ibadah serta keyakinan masing-masing.

"Kita berdoa sesuai keyakinan masing-masing, tetapi berdiri dalam satu semangat kemanusiaan, satu cinta kepada NKRI, dan satu harapan untuk perdamaian," ujar Nannie Hadi Tjahjanto.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.