58 Rig PDSI Siap Jadi 'National Drilling Champion', Kunci Ketahanan Energi RI
Rabu, 26 Agu 2026, 15:34 WIBJAKARTAâ Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mendesak PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dikuatkan menjadi National Drilling Champion Indonesia. Desakan ini muncul di tengah proses transformasi dan streamlining di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.
FSPPB menilai PDSI memiliki modal lengkap untuk menjadi juara pengeboran nasional. Mulai dari armada 58 rig onshore dan offshore, intellectual capital puluhan tahun, kompetensi SDM, teknologi, hingga Indonesia Drilling Training Center (IDTC).
âYang harus kita jaga bukan hanya rig atau aset fisiknya. Yang jauh lebih penting adalah ekosistem pengetahuan dan kompetensi yang telah dibangun Pertamina selama puluhan tahun. Engineering capability, pengalaman operasi, teknologi, HSSE culture, dan insan drilling adalah strategic intellectual capital bangsa,â tegas Presiden FSPPB Arie Gumilar dalam Sarasehan Energi HUT ke-16 SP PDSI di IDTC PDSI, Mundu, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (26/8).
Menurut FSPPB, kemampuan pengeboran adalah strategic capability, bukan sekadar fungsi penunjang atau beban biaya. Ketahanan energi nasional bergantung pada kemampuan menemukan cadangan, mengebor, mengembangkan lapangan, dan menjaga produksinya.
"Streamlining tidak boleh berhenti pada pengurangan struktur atau peleburan entitas. Ukurannya adalah apakah transformasi tersebut menghasilkan Pertamina yang lebih kuat, lebih efisien, lebih produktif, lebih andal, serta mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan, negara, dan rakyat Indonesia," ujar Arie.
Dengan skala 58 rig, PDSI dinilai punya peluang besar menciptakan economies of scale, efisiensi biaya, standardisasi HSSE, dan percepatan mobilisasi. FSPPB mendorong PDSI menjadi center of excellence pengeboran yang menyediakan one stop drilling solution, integrated project management, hingga digital drilling.
FSPPB mendefinisikan National Drilling Champion sebagai kemampuan nasional menyediakan solusi pengeboran yang aman, andal, efisien, kompetitif, technologically advanced, adaptif, dan mampu beroperasi di lapangan kompleks termasuk deepwater dan unconventional.
Ke depan, PDSI tidak hanya harus melayani Pertamina Group, tetapi juga bersaing di pasar internasional.
"Kami mendukung perubahan yang membuat Pertamina semakin baik. Tetapi transformasi harus memperkuat capability, bukan justru menghilangkannya. Kompetensi yang sudah dibangun puluhan tahun harus menjadi fondasi untuk membawa Pertamina naik kelas," tegas Arie.
FSPPB menyatakan siap menjadi mitra strategis manajemen dalam proses streamlining. Namun desain transformasi harus objektif, transparan, dan tidak menyebabkan hilangnya kompetensi, fragmentasi knowledge, serta melemahnya kemampuan strategis pengeboran nasional.
Penguatan PDSI dinilai mendesak seiring tantangan hulu migas RI ke depan: meningkatkan produksi, eksplorasi new frontier, lapangan mature, dan wilayah teknis kompleks.
- Efisiensi
- Pertamina Drilling
- Pertamina
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
PDC Sulap Pabrik Tempe Pesantren di Indramayu, Produksi Naik 3 Kali Lipat
-
Trump Ancam Bombardier Kanada di Pasar AS
-
Viral Spot Bugenvil Danau Sarangan Mirip Lake Como Italia, Lokasi Syuting Star Wars Attack of the Clones
-
PDC Tancap Gas, Sistem Kepatuhan Kelas Dunia Diterapkan di 31 Fungsi Perusahaan
-
Tak Disangka! Desa Wisata Simarasok Agam Lolos 15 Besar Wonderful Indonesia Award 2026
-
Hari Kedua Puluh Satu Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 1.201,5 Ton Bantuan.
-
Dari Limbah Dapur Jadi Cuan! PDC Ubah Jelantah Jadi Sabun & Lilin di Rokan Hilir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.