Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gus Ipul: Keputusan Muktamar NU Mengikat, Perubahan Harus Disetujui Peserta

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 22:22 WIB | Oleh:

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam Muktamar Ke-35 NU untuk menahan diri dan menghormati mekanisme persidangan.

"Pagar Nusa hadir di arena Muktamar semata-mata untuk menjalankan khidmah menjaga keamanan, ketertiban, dan maruah Muktamar Nahdlatul Ulama. Kami tidak berada pada kepentingan kandidat atau kelompok mana pun," kata Nabil.

Ia mengatakan perbedaan pandangan dan pilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi sehingga tidak seharusnya berkembang menjadi tindakan yang mengganggu jalannya muktamar.

Nabil mengingatkan Muktamar Ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan perjuangan para pendiri NU, termasuk K.H. Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab.

"Sudah sepatutnya kita menjaga adab di hadapan para masyayikh. Jangan sampai di tempat yang menyimpan jejak perjuangan dan pengabdian beliau, kita justru mempertontonkan pertengkaran yang mencederai persaudaraan sesama Nahdliyin," ujarnya.

Ia mengatakan pengerahan personel Pagar Nusa dilakukan untuk membantu panitia memastikan sidang berlangsung aman dan tertib serta mencegah terjadinya gesekan yang lebih luas.

Nabil telah menginstruksikan seluruh anggota Pagar Nusa yang bertugas agar bertindak secara terukur, tidak mudah terpancing, tidak melakukan tindakan provokatif, dan mengedepankan pendekatan persuasif.

"Muktamar adalah forum tertinggi jam'iyyah. Karena itu, apa pun perbedaan yang ada harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan permusyawaratan, bukan melalui tekanan ataupun kekuatan di lapangan," kata Nabil.

Ia menegaskan Pagar Nusa akan tetap menjalankan tugas pengamanan hingga Muktamar selesai dengan berpegang pada posisi khidmah dan tidak berpihak kepada kandidat tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.