Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Bangkit Saat Risiko Domestik Surut

2 Kamis, 27 Agu 2026, 18:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Bangkit Saat Risiko Domestik Surut IHSG Hari Ini Bangkit Saat Risiko Domestik Surut Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan investor setelah kekhawatiran terhadap risiko stabilitas domestik mereda.

Kondisi ini mendorong aksi beli, terutama pada saham berkapitalisasi besar, setelah tekanan sebelumnya dinilai telah banyak tercermin dalam harga.

Namun, penguatan tetap perlu dicermati karena sentimen domestik masih menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pemulihan pasar.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/8) sore, ditutup menguat 116,06 poin atau 1,81 persen ke posisi 6.521,75 seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko stabilitas keamanan dari tingkat domestik.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,52 poin atau 1,35 persen ke posisi 641,07.

"Penguatan IHSG hari ini terutama mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap risiko domestik, setelah pembukaan perdagangan yang relatif kondusif," ujar pengamat pasar modal Elandry Pratama saat dihubungi di Jakarta.

Elandry mengatakan, aksi beli (net buy) pada saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang indeks, seiring investor melihat tekanan sebelumnya sudah cukup banyak ter priced-in.

"Dari eksternal, sentimen regional yang lebih positif serta stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah ikut menjaga market sentiment," ujar Elandry.

Elandry menjelaskan, sikap investor saat ini cenderung mulai kembali melakukan akumulasi secara selektif, terutama pada saham likuid dan saham-saham blue chip yang sebelumnya terkoreksi.

Namun demikian, ia menyebut pelaku pasar masih belum sepenuhnya agresif karena tetap mencermati perkembangan situasi domestik, arah foreign flow, serta sentimen global.

"Jadi, penguatan hari ini lebih mencerminkan perbaikan risk appetite, tetapi tetap disertai pendekatan selektif," ujar Elandry.

Dalam jangka pendek, Ia memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan apabila situasi domestik tetap kondusif dan tidak ada tekanan baru dari pasar global maupun kurs Rupiah.

Meski begitu, Ia mengingatkan bahwa setelah kenaikan yang cukup cepat, peluang profit taking tetap terbuka.

"Investor sebaiknya tidak mengejar saham yang sudah naik terlalu tinggi dan lebih fokus pada emiten dengan fundamental solid, likuiditas baik, serta katalis kinerja yang masih terjaga," ujar Elandry.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 3,71 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 3,69 persen dan 3,59 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Situasi Timur Tengah

14 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Yamaha Mundur dari MotoGP Q...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.