Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu Doc: Istimewa
Ket. Retakan tersebut perlu mendapat perhatian karena masih berpotensi berkembang. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko longsoran ke arah dalam Kawah I, terutama jika terjadi gempa susulan atau hujan dengan intensitas tinggi.

JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, memicu perubahan pada kawasan Gunung Kelimutu. Tim survei Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan retakan sepanjang sekitar 100 meter di bibir Kawah I atau Tiwu Ata Polo.

Temuan tersebut diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan serta pemantauan menggunakan drone untuk melihat perubahan morfologi kawah setelah gempa.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan retakan tersebut perlu mendapat perhatian karena masih berpotensi berkembang. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko longsoran ke arah dalam Kawah I, terutama jika terjadi gempa susulan atau hujan dengan intensitas tinggi.

“Retakan tersebut perlu mendapat perhatian karena terdapat potensi perkembangan retakan yang dapat memicu longsoran ke arah Kawah I, terutama apabila terjadi gempa susulan atau hujan dengan intensitas tinggi,” kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8).

Retakan sepanjang sekitar 100 meter itu berada sekitar enam meter dari bibir Kawah I. Arah retakan membentang ke timur laut, mengikuti kemiringan lereng.

Selain menemukan retakan di Kawah I, tim survei juga mendapati longsoran material endapan lama menuju bagian dalam Kawah II atau Tiwu Koofai Nuwamuri.

Pergerakan material tersebut sempat menimbulkan suara gemuruh yang terdengar dari kawasan puncak Gunung Kelimutu.

Meski ditemukan perubahan morfologi di sejumlah bagian kawah, Badan Geologi menyatakan status aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu masih berada pada Level I atau Normal.

Badan Geologi tetap meminta wisatawan tidak mendekati area retakan. Pengunjung diimbau menjauhi kawasan sekitar retakan Kawah I, terutama pada jarak 6 hingga 10 meter dari bibir kawah.

Imbauan tersebut diberikan karena kawasan Gunung Kelimutu merupakan salah satu tujuan wisata yang ramai dikunjungi dan kondisi retakan masih dapat berubah akibat faktor geologi maupun cuaca.

Pemerintah daerah dan pengelola kawasan juga diminta segera memasang pembatas, papan peringatan, serta tanda larangan di sekitar Kawah I dan Kawah II.

Selain itu, koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu di Kabupaten Ende dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung perlu terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi gunung.

“Perlu dibuat tanda peringatan atau larangan khusus potensi bahaya longsoran di sekitar Kawah I Tiwu Ata Polo dan Kawah II Tiwu Koofai Nuwamuri,” kata Lana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.